Secara global, Farizon dikenal sebagai pemain utama di segmen kendaraan niaga listrik.
Sepanjang 2025, merek ini mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 160 ribu unit dan konsisten memimpin pangsa pasar commercial EV sejak 2020, terutama di Tiongkok dan sejumlah negara lainnya.
Farizon SV sendiri dirancang sebagai kendaraan niaga listrik serbaguna untuk kebutuhan bisnis harian.
Model ini mengusung konfigurasi 16 kursi dengan kabin lega dan ergonomis, sehingga cocok digunakan sebagai shuttle bus, kendaraan operasional perusahaan, maupun mobilitas komersial berkapasitas besar.
Keunggulan lain Farizon SV terletak pada desain tanpa pilar B yang memudahkan akses keluar-masuk penumpang melalui pintu samping.
Struktur bodinya mengombinasikan material aluminium dan baja berkekuatan tinggi, dikembangkan dengan arsitektur GXA-M dari Geely Global Modular Architecture, serta telah memenuhi standar keselamatan Eropa.
Dari sisi performa, Farizon SV dibekali motor listrik berdaya 170 kW dengan torsi puncak 336 Nm.
Energinya disuplai baterai berkapasitas 83 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh, dengan waktu pengisian cepat 20-80 persen sekitar 36 menit.
Saat ini, Farizon SV sudah dapat dipesan melalui jaringan Dealer Farizon Arista di Tebet, Jakarta Selatan, dan Bandung.
Arista Group juga mengandalkan pengalaman lebih dari 35 tahun di industri otomotif nasional sebagai modal utama dalam membangun jaringan distribusi dan layanan purnajual, seiring persiapan meluncurkan tiga segmen baru Farizon pada paruh kedua 2026.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR