Lalu ada triple screens di dasbor untuk memantau informasi seputar kendaraan dan kontrol kabin, serta layar hiburan di langit interior untuk penumpang belakang.
Kemudian ada gadget canggih berupa generator oksigen untuk sirkulasi dan kabin lebih segar dan lemari es bawaan.
Inovasi penting dari Luxeed V9 adalah diklaim sebagai yang pertama kali mengaplikasikan teknologi helmet airbag.
Saat terjadi tabrakan, kursi akan otomatis ditarik mundur ke posisi yang lebih aman. Kemudian, kantung udara helm akan mengembang bersamaan dengan kantung udara samping.
Teknologi tersebut seakan-akan memeluk erat penumpang saat terjadi insiden dan diklaim lebih aman dibanding airbag konvensional.
Untuk dimensi, Luxeed V9 memiliki panjang 5.359 mm, lebar 2.009 mm, dan tinggi 1.879 mm, dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 3.250 mm.
Powertrainnya menggunakan teknologi bernama "Snow Owl Intelligent Silent Range Extension System" dari Huawei.
Sistem ini memakai mesin pembakaran internal 1.5L Turbo sebagai penambah daya (range extender) dan motor listrik ganda.
Opsi baterai terdiri dari Lithium Iron Phosphate (LFP) 37,017 kWh dan baterai Ternary Lithium 53,352 kWh dari CATL. Berat baterai masing-masing adalah 290 kg dan 302 kg.
Soal jarak tempuh, pada mode listrik murni mencapai 158 km, 223 km, dan 210 km (WLTC) tergantung opsi baterai, sementara dalam mode kombinasi jarak tempuhnya mencapai 1.200 km.
Kendaraan ini juga didukung platform tegangan tinggi silikon karbida Huawei DriveONE 800V yang diklaim memiliki efisiensi pengisian daya setara kendaraan listrik murni (BEV) premium.
Melansir dari Carnewschina, peluncuran resminya diperkirakan akan dilakukan pada kuartal pertama tahun ini dengan kisaran harga 400.000 hingga 500.000 yuan.
Kalau dikonversi ke Rupiah, kisaran banderolnya berada di rentang Rp 962 juta - Rp 1,2 miliar (kurs 1 yuan = Rp 2.406,07 per 24 Januari 2026).
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR