Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ahli Pertamina Lubricants Ungkap Tanda Nyata Oli Mesin Minta Diganti

Mohammad Nurul Hidayah - Jumat, 23 Januari 2026 | 15:30 WIB
Interval penggantian oli mesin tidak terpaku hanya pada jarak tempuh penggunaan
Interval penggantian oli mesin tidak terpaku hanya pada jarak tempuh penggunaan

GridOto.com - Mengganti oli mesin secara berkala menjadi kunci utama menjaga performa dan keawetan komponen mesin kendaraan.

Selama ini, pemilik motor maupun mobil masih berpatokan pada jarak tempuh, yakni sekitar 2.000–3.000 kilometer pemakaian untuk motor, dan 5.000–15.000 kilometer untuk mobil.

Namun, faktanya patokan tersebut tidak bisa disamaratakan untuk semua kendaraan.

Jadwal penggantian oli sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, sepertii jenis pelumas yang digunakan.

Penggunaan oli mesin jenis mineral, semi-sintetik, atau full synthetic serta kondisi pemakaian kendaraan sehari-hari ikut berpengaruh dengan usia pakai oli mesin kendaraan

“Rentang waktu penggantian oli tidak hanya bergantung pada jarak tempuh, tapi juga pada kemampuan pelumas menghadapi beban dari mesin kendaraan dengan kondisi ekstrem jalanan seperti debu dan kemacetan," ujar Mulianto, Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants dalam siaran pers resmi.

Baca Juga: Pertamina Salurkan Jutaan Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Bencana

Menurut mul, seperti penggunaan oli full synthetic itu bisa lebih panjang karena memiliki ketahanan yang lebih baik dari oli mesin jenis mineral.

Makanya, selain melihat odometer, kondisi oli juga bisa dikenali dari beberapa tanda yang muncul saat berkendara.

Salah satu indikasi paling umum adalah suara mesin yang mulai terdengar kasar atau berdengung.

Mulianto selaku Senior analyst PCO & Specialties Pertamina lubricant
Mulianto selaku Senior analyst PCO & Specialties Pertamina lubricant

Hal ini terjadi karena lapisan oli yang melindungi komponen logam di dalam mesin sudah menipis, sehingga gesekan antarbagian meningkat.

Mul menambahkan, tanda berikutnya adalah tarikan kendaraan yang terasa lebih berat.

Oli yang telah lama digunakan biasanya tidak lagi mengalir dengan optimal sehingga pergerakan komponen internal seperti piston dan katup menjadi kurang mulus.

Baca Juga: Suplai BBM Pertamina Hidupkan Listrik Aktifkan Layanan Medis RSUD Aceh

Respons gas pun melambat, mesin terasa cepat panas, dan tenaga kendaraan berkurang, terutama saat menghadapi kemacetan atau jalan menanjak.

Kondisi mesin yang terasa lebih panas dari biasanya juga patut diwaspadai.

Panas berlebih menandakan gesekan antar komponen mesin meningkat karena kinerja pelumas sudah menurun.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada keausan komponen mesin yang lebih cepat.

Tak hanya itu, konsumsi bahan bakar yang tiba-tiba meningkat juga bisa menjadi sinyal oli mesin sudah melewati masa pakainya.

Saat pelumas tidak lagi bekerja optimal, mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama. 

Untuk menghindari risiko tersebut, pengendara disarankan mencatat tanggal serta jarak tempuh setiap kali melakukan penggantian oli.

Dengan begitu, masa pakai pelumas dapat dipantau dengan lebih mudah dan kondisi mesin kendaraan tetap terjaga optimal.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa