Gridoto.com - Pertemuan sejumlah jurnalis asal Indonesia dengan Mr. Liu Xueliang, General Manager of the Asia-Pacific Auto Sales Division di Zhengzhou, Henan, Cina (15/1) memaparkan penjelasan panjang.
Ia bukan hanya berbicara komitmen BYD terhadap pengurangan karbon, melainkan mengangkatnya dari sejarah Zhengzhou, kota kuno berusia 5.000 tahun.
"Zhengzhou adalah salah satu dari 8 kota kuno di Cina. Lima ribu tahun lalu sudah ada. Zhengzhou merupakan zona ekonomi yang luas. Populasinya sebanyak 14 juta orang dan terkenal dengan New Energy Vehicle di Cina," ungkap Mr. Liu.
BYD menurutnya termasuk dalam 7 perusahaan mobil yang ada di Zhengzhou. Setiap tahun bisa memproduksi 1,1 juta unit mobil.
Adapun sepanjang 2025 kemarin, BYD berhasil menjual sebagai 4,6 juta unit. Ekspornya ke berbagai penjuru dunia mencapai 1 juta unit.
Ekspor ini juga menunjukkan pada dunia bahwa teknologi New Energy Vehicle bisa diterima di pasar global.
Mr. Liu lantas mengungkap bagaimana BYD bisa memproduksi mobil dengan sangat efisien.
"Kami perusahaan teknologi. Kami membuat produk dan berharap semua konsumen bisa memiliki. Bukan membuat produk yang tidak bisa disentuh atau dijangkau. Beberapa elektronik yang dipakai, diproduksi oleh BYD," paparnya.
"Vertical integration. Mulai RnD sampai produksi. Jadi kami berharap vertical integration dan teknologi BYD bisa melayani konsumen di seluruh dunia dengan harga yang terjangkau," ulasnya.
"BYD membuat produksi dengan sangat besar sehingga kami bisa merendahkan cost-nya. Semua faktor itu membuat BYD memberi produk dengan harga terjangkau dan kompetitif," lanjut Mr. Liu.
BYD sendiri awalnya memproduksi aneka baterai. Menjadi perusahaan pertama yang memproduksi baterai lithium-ion. Juga memproduksi baterai lithium-ion untuk Motorola. Juga memproduksi panel surya dan berbagai kebutuhan lainnya hingga berlanjut memproduksi mobil pada 2004-2005.
Nah, komitmen jangka panjang BYD dalam membangun ekosistem NEV ini lantas hendak dibawa ke Indonesia. Di mana 2026 ini, akan ada banyak model hadir dari BYD dan juga brand lain.
Ia berharap bisa memproduksi mobil sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen Indonesia di pabrik baru nanti di Subang, Jawa Barat.
Adapun jumlah modelnya, belum bisa diungkap saat ini karena proses produksi perlu waktu untuk memulainya.
"Tapi kami jamin bahwa semua konsumen bisa mendapatkan mimpi mereka," ucap Mr. Liu.
Mereview ke tahun 2025, penjualan BYD Group di Indonesia mencapai 52 ribu unit.
"Di belakang penjualan ini, kami bisa lihat kepercayaan konsumen BYD. Di tahun lalu, kami bekerja sama dengan dealer di Indonesia. Sampai hari ini kami membuka 80 dealer. Di tahun 2026 kami buka lebih banyak supaya konsumen Indonesia bisa mencari dealer terdekat dari rumah," kata Mr Liu.
| Editor | : | Iday |
KOMENTAR