Jadi bagi Inchcape langkah kerjasama ini semakin menegaskan komitmen mereka terhadap pasar Indonesia serta penguatan ekosistem industri otomotif nasional.
Keputusan merakit Jaecoo J5 EV ini diyakini Inchacape tidak akan memengaruhi kegiatan produksi Mercedes-Benz dan GWM.
Baca Juga: SPK J5 EV di Indonesia Tembus 10 Ribu Unit, Bos Jaecoo Bilang Begini
"Kami secara berkelanjutan melakukan peninjauan dan optimalisasi terhadap aktivitas manufaktur dan perakitan guna memastikan efisiensi dan keberlanjutan, tanpa mempengaruhi kegiatan perakitan masing-masing merek tersebut," lanjut pria ramah ini.
Walau belum ada keterangan resmi dari Chery, perjanjian manufaktur dengan Inchcape ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk meningkatkan suplai atau produksi Jaecoo J5 EV.
Pasalnya, pesanan atau SPK Jaecoo J5 EV yang baru di-launching pada 3 November 2025 lalu membludak.
Sampai Desember 2025, total SPK untuk J5 EV sudah lebih dari 10.000 unit," terang Jim Ma, Business Director Unit Jaecoo Indonesia kepada GridOto.com di Jakarta (24/12/2025).
Angka tersebut bisa dicapai J5 EV hanya dalam waktu sebulan setelah peluncuran di Indonesia.
Baca Juga: Bos Baru Jaecoo Indonesia Ungkap Strategi Mereka buat Tahun 2026
Konsekuensinya Jaecoo mesti menghadapi persoalan inden atau delivery kendaraan kepada konsumen yang telah menyetor booking fee.
"Jujur antrian delivery-nya jadi cukup panjang, karena di hari kedua saja sudah lebih dari 2.000 SPK," ungkap pria yang punya pengalaman lebih dari 20 tahun menangani brand mobil premium di Cina.
Dengan perjanjian manufaktur dengan Inchcape ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan suplai atau produksi J5 EV.
Sehingga semua mobil yang sudah dipesan konsumen bisa diserahkan sesuai jadwal.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR