“Sekitar 100-an unit ya. Itu total,” kata Jimmy.
Meski demikian, Jimmy menilai tantangan tidak berhenti di 2025 saja.
Tahun 2026 disebutnya sebagai periode yang tidak kalah berat bagi industri otomotif, termasuk di segmen premium seperti Ducati.
“2026 ini sangat menantang. Sangat menantang,” ucapnya.
Di tengah tekanan pasar, Jimmy tetap menaruh harapan pada upaya pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Ia menilai sejumlah langkah dan terobosan yang dilakukan pemerintah saat ini menunjukkan niat kuat untuk membangkitkan kondisi ekonomi.
“Tapi kan pemerintah kita ini menurut saya yang saat ini niat nih. Dalam arti niat mau bangkitkan. Ya, semua kita ikut pemerintah. Pemerintah yang bisa berhasil bangun ekonomi baik ya pasti kita ikut enak,” jelas Jimmy.
Untuk kontribusi penjualan, Ducati Indonesia masih mengandalkan model-model yang sudah dikenal luas di pasar.
Jimmy menyebut dua lini yang konsisten menjadi tulang punggung penjualan.
“Untuk modelnya Ducati itu selalu di Scrambler dan Multistrada,” ungkapnya.
Saat ini, Ducati Indonesia menawarkan lini produk yang cukup lengkap, mulai dari seri sport seperti Panigale dan Streetfighter, naked dan street bike seperti Monster, Diavel, XDiavel, dan Scrambler, hingga segmen adventure lewat Multistrada dan DesertX.
Ducati juga memiliki model supermoto seperti Hypermotard 950, dengan rentang harga dari kelas menengah hingga premium.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR