GridOto.com- Banyak pemilik mobil masih bingung menentukan waktu yang tepat untuk melakukan poles bodi mobil.
Sebagian menganggap poles harus rutin berdasarkan waktu tertentu, sementara lainnya menunggu hingga cat terlihat rusak.
Menurut Endri Romdona, pemilik bengkel body repair dan painting VIA Motors di Setu, Kabupaten Bekasi, jadwal poles sebaiknya ditentukan dari kondisi cat, bukan sekadar patokan waktu.
“Poles itu idealnya dilakukan saat dibutuhkan, bukan rutin tiap bulan atau tiap beberapa minggu,” ujar Endri.
Secara umum, poles bodi mobil untuk perawatan rutin disarankan dilakukan setiap dua tahun sekali.
Baca Juga: Kapan Waktu Ideal Melakukan Poles Cat Mobil? Ini Rekomendasinya
Namun, interval tersebut bisa lebih cepat jika mobil sering terpapar sinar matahari langsung, polusi, dan hujan.
Paparan lingkungan tersebut mempercepat oksidasi yang membuat cat terlihat kusam dan kehilangan kilau.
Salah satu tanda paling mudah bahwa mobil perlu dipoles adalah warna cat yang mulai redup dan tidak lagi cerah.
Tanda lain adalah munculnya goresan-goresan halus atau swirl marks yang terlihat saat bodi terkena cahaya.
“Noda membandel seperti kotoran burung atau getah pohon yang tidak hilang saat dicuci juga jadi indikasi cat perlu dipoles,” kata Endri.
Baca Juga: Mika Lampu Kusam atau Menguning? Dipoles Seperti Baru Ternyata Murah
Selain itu, lapisan pelindung cat atau wax yang sudah aus bisa dikenali dari air hujan yang tidak lagi membentuk butiran di permukaan bodi.
Sebaliknya, mobil yang lebih sering disimpan di garasi dan jarang terpapar cuaca ekstrem bisa memiliki interval poles lebih panjang.
"Poles bisa setiap dua sampai tiga tahun, itu wajar dan normal," jelasnya.
Pemolesan yang terlalu sering justru berisiko mengikis lapisan clear coat yang berfungsi melindungi warna dasar cat.
Karena itu, memahami kondisi cat menjadi kunci agar poles bodi tetap aman dan efektif menjaga tampilan mobil.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR