GridOto.com – Persaingan di segmen mobil baru Indonesia, khususnya EV, kian ketat.
Hampir setiap bulan model baru bermunculan dengan harga yang semakin agresif.
Namun, di tengah situasi tersebut, Polytron mengaku akan menerapkan strategi konservatif untuk pasar mobil baru Tanah Air.
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan pihaknya tidak mau menargetkan pertumbuhan yang besar.
Sebaliknya, Polytron ingin berkembang langkah demi langkah sambil terus mengedukasi konsumen di Tanah Air.
“Tahun ini kami memang tidak menargetkan pertumbuhan yang besar, kami memilih berkembang secara konservatif,” ujar Tekno di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, fokus perusahaan saat ini adalah membangun fondasi bisnis yang kuat sekaligus mengedukasi konsumen agar memilih mobil listrik berdasarkan kebutuhan, bukan semata karena harga murah.
“Tidak semua mobil listrik yang murah itu bagus dan sesuai dengan kondisi Indonesia. Kalau ikut perang harga, tidak akan ada habisnya. Yang lebih penting adalah apakah produknya sesuai dengan kebutuhan konsumen,” jelasnya.
Siapkan Infrastruktur, Bukan Kejar Volume
Baca Juga: Polytron Fox 350 Jadi Varian Motor Listrik Praktis untuk Pekerja Kantoran
Tekno juga menegaskan, strategi konservatif ini juga diterapkan dalam pengembangan jaringan penjualan.
Hingga kini, Polytron masih mengelola penjualan mobil listrik secara mandiri tanpa skema dealership dengan mitra bisnis.
Sehingga, ekspansi dealer mobil listrik Polytron lebih dilakukan secara hati-hati.
“Kami tidak ingin ugal-ugalan membuka jaringan. Semua masih kami lakukan sendiri, karena kami melihat persaingan di bisnis mobil ini akan panjang. Ini marathon, bukan sprint,” tegasnya.
Adapun tahun lalu Polytron menargetkan membuka delapan titik layanan mobil listrik.
Namun, realisasinya hanya enam sedangkan dua lainnya baru akan diresmikan tahun ini.
“Persaingan ini akan panjang, dan kami tidak mau kehabisan napas di awal. Yang penting, kami bangun bisnis ini pelan-pelan tapi pasti,” tutup Tekno.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR