Adapun masuknya Sailun ke Indonesia bukan tanpa alasan.
Perusahaan menilai Indonesia sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dengan ekosistem industri yang terus berkembang.
Kehadiran pabrik lokal memungkinkan Sailun merespons permintaan pasar dengan lebih cepat sekaligus menekan waktu distribusi.
Selain faktor pasar, Indonesia juga dipilih karena posisinya yang strategis dalam jaringan manufaktur Sailun secara global.
Bersama pabrik di Vietnam dan Kamboja, fasilitas Demak membentuk klaster produksi Asia Tenggara.
"Fasilitas Indonesia membentuk klaster manufaktur Asia Tenggara yang kuat, meningkatkan kemampuan pengiriman regional, ketahanan rantai pasok, dan daya saing global," ujar Vice President of Manufacturing Center Sailun Group, Gao Liting.
Keunggulan lain adalah ketersediaan karet alam yang melimpah. Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi Sailun untuk mengoptimalkan biaya produksi sekaligus meningkatkan kandungan lokal dalam produknya.
Tak hanya berfungsi sebagai pabrik, Sailun Indonesia juga dikembangkan sebagai pusat distribusi dan layanan purna jual nasional.
Melalui PT Sailun Tire Indonesia serta dukungan mitra lokal, perusahaan membangun jaringan distribusi guna memastikan ketersediaan produk dan layanan di seluruh Indonesia.
Peresmian pabrik ini sekaligus menandai babak baru ekspansi Sailun di Asia Tenggara.
Melalui agenda Sailun Group Partners Conference, perusahaan menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk tumbuh bersama industri otomotif nasional, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.
Baca Juga: Dealer Pertama Lepas di Dunia Diresmikan, Ada di Kelapa Gading Nih
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR