Memasuki era akhir 90-an, Honda melakukan strategi unik dengan memecah segmen Astrea.
Di satu sisi, mereka meluncurkan Astrea Supra pada tahun 1997 dengan desain bodi yang lebih besar dan aerodinamis.
Di sisi lain, mereka menghadirkan Astrea Impressa bagi konsumen yang belum bisa "move on" dari desain kotak khas Grand.
Strategi ini berlanjut hingga tahun 2001 dengan munculnya Astrea Supra X yang sudah menggunakan rem cakram depan, serta varian Supra V dan XX yang memiliki kopling manual.
Generasi Terakhir
Sebagai penutup sejarah keluarga ini, Honda merilis Astrea Legenda dan Legenda 2 di awal tahun 2000-an.
Kedua motor ini sengaja dihadirkan untuk membangkitkan kembali kejayaan desain klasik era Grand dengan mesin 97 cc yang efisien.
Sementara itu nama Supra difokuskan untuk melawan kompetitor di kelas desain modern.
Hingga saat ini, kesepuluh tipe Astrea tersebut tetap menjadi incaran kolektor karena dikenal bandel dan sangat irit bahan bakar.
Kirana
Sebenarnya ada satu lagi motor yang secara bentuk sebenarnya mirip keluarga Astra, ia adalah Honda Kirana 125.
Sayangnya motor ini tidak mencantumkan nama Astrea, sehingga tidak ikut dihitung dalam keluarga Astrea di Indonesia.
Jadi, Astrea favorit kamu yang mana?
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR