GridOto.com- Memilih aki mobil yang tepat harus mengikuti rekomendasi pabrikan agar kelistrikan kendaraan tetap bekerja optimal.
Menurut Hendra, pemilik toko aki Platinum di Mega Glodok Kemayoran, langkah pertama yang paling aman adalah mengecek spesifikasi yang tercantum di buku manual kendaraan.
“Di buku manual itu sudah ada kapasitas Ah dan tipe aki yang pas, jadi tinggal ikutin aja biar aman,” ujar Hendra.
Ia menambahkan bahwa memilih aki dengan kapasitas terlalu kecil bisa membuat mobil sulit distarter, sementara kapasitas terlalu besar juga tidak selalu ideal untuk sistem kelistrikan mobil.
Kapasitas Ah pada mobil kecil biasanya berada di rentang 35–45 Ah untuk menjaga suplai arus tetap stabil.
Baca Juga: Kapan Waktu yang Ideal Ganti Aki Mobil Tipe Kering dan Basah?
Untuk mobil besar atau yang pakai banyak perangkat listrik, kapasitas aki umumnya di atas 65 Ah agar kebutuhan dayanya terpenuhi.
Pastikan aki menggunakan tegangan 12V sesuai standar mayoritas kendaraan di Indonesia.
Jika sering berada di daerah dingin, perhatikan juga nilai Cold Cranking Amps (CCA) yang menentukan kekuatan aki saat menyalakan mesin di suhu rendah.
Pilih jenis aki yang sesuai kebutuhan, seperti aki basah yang lebih terjangkau atau aki kering (MF/AGM) yang bebas perawatan.
Aki kering biasanya lebih stabil dan tahan guncangan, sehingga cocok untuk penggunaan harian yang padat.
Baca Juga: Aki Mobil Mendadak Mati? Kenali Komponen yang Sering Jadi Penyebabnya
Periksa dimensi fisik aki agar pas dengan dudukan dan tidak mengganggu komponen lain di ruang mesin.
Pastikan posisi terminal positif dan negatif sesuai dengan aki bawaan mobil untuk mencegah risiko korsleting.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR