Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Kelas Premium, Ini Standar Baru Jalan Provinsi di Jawa Barat Versi Dedi Mulyadi

Irsyaad W - Kamis, 13 November 2025 | 11:30 WIB
foto ilustrasi jalan provinsi
Tribun Jabar
foto ilustrasi jalan provinsi

GridOto.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan mengubah standar jalan provinsi di Tanah Pasundan.

Versi Dedi Mulyadi, jalan provinsi tersebut akan berkelas premium.

Standar yang diubah ini utamanya yang melintasi kawasan industri agar lebih kuat dan lebar.

Rencana tersebut akan mulai direalisasikan pada 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan merumuskan kategori baru yang disebut sebagai jalan industri ini dengan tiga hingga empat lajur kendaraan.

"Jadi, jalan-jalan provinsi yang itu dilewati untuk industri akan menjadi jalan premium," ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, (10/11/25) mengutip Kompas.com.

Orang nomor satu di Jabar itu menilai kualitas jalan industri di wilayah kekuasaannya nyaris tidak ada perubahan selama puluhan tahun.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tiba-tiba Larang Pengaspalan Jalan Malam Hari, Ini Alasannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Kompas.com
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

"Lebar jalannya enggak berubah, padahal di situ kontainernya tiap hari, padahal di situ sudah jadi daerah industri padat kendaraan," kata Dedi.

Menurut Dedi, pembangunan jalan seharusnya menyesuaikan karakter wilayah.

Hal tersebut untuk mengakomodasi sektor-sektor industri yang berkembang di wilayah tersebut.

"Daerah pertanian jalannya pertanian. Daerah industri dengan bobot, misalnya, kendaraannya 20 ton ya bobotnya 20 ton. Nah selama ini rumusan jalan provinsi hampir sama," tuturnya.

Ia pun berkeinginan agar kebijakan baru ini dapat diikuti oleh pemerintah kabupaten dan kota.

"Harus diubah semuanya sehingga nanti jalan-jalan industri itu jalan lebar," terang Dedi.

Dedi mencontohkan keberhasilan memperlebar ruas Cikopo-Cikupa saat menjabat Bupati Purwakarta, yang memicu tumbuhnya kawasan industri.

"Jangan sampai daerahnya sudah jadi kawasan industri, tetapi jalannya tidak berubah. Enggak boleh," katanya.

Menurutnya, pelebaran jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan juga simbol kemakmuran.

"Jalan itu berhubungan dengan rezeki. Kalau jalannya sempit, rezekinya kecil. Kalau jalannya lebar, rezekinya lebar," tutur Dedi.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa