Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

MotoGP Argentina 2025

Beda Banget, Marc Marquez Bandingkan Rasanya Kemenangan di Honda dan Ducati

Rezki Alif Pambudi - Selasa, 11 Maret 2025 | 20:30 WIB
Beda rasa kemenangan Marc Marquez di Honda dan Ducati
X HRC MotoGP, Ducati Corse
Beda rasa kemenangan Marc Marquez di Honda dan Ducati

GridOto.com - Juara dunia delapan kali Marc Marquez memulai MotoGP 2025 dengan kemenangan mutlak di Thailand.

Kemenangan ini menjadi yang keempat bagi Marc Marquez bersama motor Ducati, setelah musim lalu meraih tiga kemenangan saat berseragam Gresini Racing.

Marc Marquez mengaku bahwa kemenangan bersama Gresini dan Ducati selama dua musim belakangan ini, rasanya berbeda sekali dengan saat masih berseragam Honda.

Saat bersama Honda kemenangan adalah hal biasa karena ia memang sangat sering meraihnya, berbeda dengan setelah mengalami cedera demi cedera sejak 2020 silam.

"Lima tahun lalu, sebelum cedera, kemenangan adalah hal biasa bagiku," kata Marc, dilansir GridOto.com dari Motosan.es.

"Tapi setelah menjalani empat atau lima kali operasi, aku kini menganggapnya sebagai anugerah. Aku merasa telah menjalani balapan yang luar biasa dan kini kembali memacu diri sampai batas untuk terus berkembang," jelasnya.

Karena rasa syukur itulah, tidak mengagetkan kalau Marquez sampai menyumbangkan sekitar Rp 5,5 Miliar hadiah kemenangannya di Thailand untuk anak yatim.

"Tahun 2024 menjadi tantangan terbesar bagiku, yaitu kembali ke lintasan dan menang bersama Gresini Racing setelah semua cedera yang kualami," ungkapnya.

Baca Juga: Marc Marquez Donasikan Hadiah Kemenangan MotoGP Thailand 2025, Nilainya Gede Juga Nih

Marquez mengungkap bahwa cinta balap dan motor yang membuatnya bisa bertahan hingga sekarang ini.

"Terkadang, aku bertanya-tanya apa yang membuat aku terus melaju. Jawabannya adalah karena aku mencintai motor," ungkapnya.

"Bagiku mengendarai motor bukan hanya pekerjaan, tetapi juga hobi. Aku sangat beruntung bisa melakukan hal ini, dan aku tidak ingin berhenti," jelas sang rider.

Yang berbeda lagi adalah Marquez menyikapi posisinya sebagai pembalap Ducati dengan lebih dewasa, terutama setelah cedera yang dialaminya.

"Aku sadar akan risiko setiap kali mengendarai motor. Jika aku terjatuh, bahkan saat masih terguling di aspal, aku sudah memikirkan cara kembali ke pit untuk mengambil motor cadangan," lanjutnya.

"Kadang, kita tahu penyebab jatuh, kadang tidak. Tapi kami para pembalap tidak pernah takut. Misalnya, jika aku tahu bahwa aku terlalu terlambat mengerem, aku akan mengingatnya untuk balapan berikutnya dan terus mendorong batas," tegasnya.

Sedangkan saat masih di Honda, ia lebih bersemangat karena masih muda dan memiliki semangat berkobar-kobar.

"Saat berusia 20 tahun, aku siap jatuh berkali-kali hanya demi bisa melaju secepat mungkin," sambungnya.

"Aku telah belajar arti dari cedera, dan kini aku lebih tenang dalam menyikapinya. Mengambil risiko di lintasan adalah bagian dari pekerjaanku, dan aku tahu bagaimana mengelolanya dengan lebih baik," imbuh Marc.

Editor : Dida Argadea
Sumber : Motosan.es

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa