Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Jatuh Hati Pada Meaty Fitment, Modalnya Simpel Perhatikan 3 Hal Ini

Aditya Pradifta - Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:06 WIB
Pemilihan pelek jadi poin penting pertama pada meaty fitment
Aditya Pradifta
Pemilihan pelek jadi poin penting pertama pada meaty fitment

GridOto.com - Lebih mengenal detail meaty fitment pada modifikasi mobil, Anda perlu memperhatikan 3 hal ini.

Mengutip otomotifnet.com, meaty fitment kerap disebut dengan ban kotak. Fitment seperti ini banyak dijumpai di mobil balap, gunanya untuk memaksimalkan performa ban.

Seperti pada fungsi dasarnya, selain tampilan kaki-kaki lebih kokoh, fitment seperti ini berguna juga supaya ban dapat traksi lebih.

Sebab dengan ban lebar, akan berimbas positif saat menikung akan lebih mudah, begitu pula akselerasi dan deselerasinya.

Tentu pada meaty fitment, posisi ban berada dalam posisi normal atau bahkan lebih lebar dibanding pelek.

“Pastinya pelek juga lebih aman, karena posisi bibirnya ada dalam lindungan dinding ban,” terang Eric Tanzil dari Permaisuri Ban.

Modifikasi Mazda CX-3 dan Mini Cooper S dengan meaty fitment
Aditya Pradifta
Modifikasi Mazda CX-3 dan Mini Cooper S dengan meaty fitment
Nah baru-baru ini tim GridOto Modif kembali kedapatan dua mobil yakni, MINI Cooper S dan Mazda CX-3 dengan meaty fitment yang oke.

Meski terkesan sederhana, konsep meaty fitment setidaknya bisa dimulai dengan tiga tahapan berikut ini.

Baca Juga: Adu Gaya Mini Cooper S dan Honda HR-V, Duet Meaty Fitment dan Stance

1. Pemilihan Pelek

Soal pelek tentu jadi pondasi penting bukan hanya pada meaty fitment saja, pun dengan gaya lain seperti bagged dan slammed.

Untuk meaty fitment yang bernuansa sporty bisa dimulai dengan opsi pelek palang macam Volk Racing TE37, Advan RG, Enkei RPF1, ataupun SSR Type C.

MINI Cooper S dengan meaty fitment yang pas
Aditya Pradifta
MINI Cooper S dengan meaty fitment yang pas
"Gue pribadi kan sebetulnya sempet main mapak (ceper), static pula. Cuma capek juga akhirnya gue ganti pelek aja sekalian pakai Advan RG II," ucap Ronald, pemilik MINI Cooper S.

Advan RG II yang digunakan Mini Cooper ini berukuran 17x7,5 inci, rata depan-belakang.

Beda lagi pada Mazda CX-3 milik Vincent yang ganteng maksimal dengan pelek palang berukuran ring 18 inci dengan lebar depan 8,5 inci dan belakang 9,5 inci. Offset diatur pada 35 dan 40.

Mazda CX-3 dengan pelek lansiran SSR Type C ring 18 inci
Aditya Pradifta
Mazda CX-3 dengan pelek lansiran SSR Type C ring 18 inci
"Kalau gue SSR Type C, suka warna dan modelnya sih, ganteng aja buat mobil," papar Vincent.

Perlu diperhatikan untuk pemilihan pelek dan ban juga memiliki batas toleransi wajar, jika terlalu besar maka akan hilang kesan meaty dan sporty yang diinginkan.

Untuk mobil berukuran mungil seperti Brio hingga Mini Cooper umumnya digunakan pelek maksimal pada ukuran 17 inci, atau bisa juga 16 inci namun profil ban akan sedikit lebih tebal.

Sedangkan pada mobil berdimensi lebih besar seperti Honda HR-V hingga Mazda CX-3 bisa dimaksimalkan hingga ring 18 inci.

Baca Juga: Dua Part Ini Bikin Racikan Kaki MINI Cooper S Mantap Bergaya Meaty

2. Pemilihan Ban

Pemilihan ban jadi poin penting berikutnya dan cukup vital
Aditya Pradifta
Pemilihan ban jadi poin penting berikutnya dan cukup vital
Untuk urusan ban lebih populer menggunakan ban berkarakter semi slick.

Yang paling umum digunakan yakni GT Radial Champiro SX2 lantaran mudah didapat dan opsi ukurannya terbilang cukup banyak.

"Ban udah semi slick sejak main meaty begini. Penting juga sih biar fitment-nya jadi kotak dan pas juga secara visual," ujar Ronald.

Tampil meaty terlihat simpel namun cukup rumit
Aditya Pradifta
Tampil meaty terlihat simpel namun cukup rumit
Untuk ban semi slick yang digunakan Ronald berukuran 215/45 R17 yang rata depan-belakang, seperti spesifikasi pelek Advan RG II yang dipakai.

Sementara pada Mazda CX-3, sebagai contoh lain, menggunakan ban Champiro SX2, "Kan pelek udah 18 inci tuh, terus bannya juga kan semi slick pakai Champiro SX2, ukurannya 245/40 sama 265/35," beber Vincent.

3. Suspensi

Coilover pada sistem suspensi
Aditya Pradifta
Coilover pada sistem suspensi
Cara paling ramah kantong untuk urusan ini tentu saja potong per, namun perlu perhitungkan detailnya.

"Potong per itu cara paling mudah buat bikin mobil jadi lebih pendek. Anak-anak sering sebutnya potkit alias potong sedikit hahaha...," ujar Lucky dari StanceLab.

"Tapi buat urusan ini apalagi burusan durability, coilover itu jawabannya. Enak juga kan adjustable, jadi lebih aman juga gak perlu potong per. Karena ini penting untuk cari fitment yang tepat buat mobil, jadi bisa sambil cari set up yang pas dulu baru setelah itu ," sambung Lucky.

Suspensi pakai coilover ISX dari Stancelab
Kyn/Dok. OTOMOTIF
Suspensi pakai coilover ISX dari Stancelab
Hanya saja yang perlu diperhatikan tentu saja soal settingannya karena ini yang menentukan hasil akhir.

"Gue sih paling sisain 2 atau kalau mau lebih pendek ya 1 jari dari ban ke fender luar. Tapi pastiin juga kalau jangan sampai gesrot di bagian dalam atau luar fender, apalagi pas belokin roda," pungkas Vincent.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa