Street Manners: Banyak yang Enggak Tahu, Pengguna Jalan Harus Saling Komunikasi untuk Meningkatkan Keselamatan

Naufal Shafly - Kamis, 18 Juni 2020 | 20:05 WIB
Ilustrasi lampu mobil sebagai salah satu alat komunikasi pada kendaraan.
Auto Bild Indonesia
Ilustrasi lampu mobil sebagai salah satu alat komunikasi pada kendaraan.

GridOto.com - Setiap pengendara perlu berkomunikasi dengan pengguna jalan lainnya, salah satu tujuannya untuk mengingkatkan kualitas keselamatan.

Eits, tapi jangan salah kaprah ya, komunikasi yang dimaksud bukan ngobrol lewat telepon ataupun pesan singkat ya.

Komunikasi dalam bahasan ini adalah memberikan tanda atau isyarat, melalui sejumlah peranti yang ada di kendaraan.

Pada kendaraan, baik motor ataupun mobil, ada beberapa alat komunikasi misalnya saja lampu depan, belakang, lampu mundur, lampu parkir, dan lampu sein, serta klakson sebagai alat komunikasi.

Baca Juga: Street Manners : Apa Benar Jika STNK Mati Polisi Enggak Berhak Menilang? Ini Jawabannya...

Di Indonesia, banyak pengendara yang masih terkesan asal-asalan dalam menggunakan peranti tersebut.

Misalnya saja asal mengganti lampu kendaraan yang tidak sesuai standar, ataupun membunyikan klakson dengan arogan.

Bintarto Agung, selaku Presiden Direkur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) mengungkapkan, kegunaan alat komunikasi kendaraan sangat penting untuk keselamatan.

"Kegunaan alat komunikasi tersebut untuk meningkatkan kualitas komunikasi antara pengguna jalan," kata Bintarto Agung saat dihubungi GridOto.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Street Manners: Cara Nyalip Aman Saat ‘Kehalang’ Mobil Belajar Mengemudi

Tujuannya, agar sesama pengguna jalan dapat selalu menerapkan 4 pilar keselamatan berkendara yang disebut dengan 4A (Awareness, Alertness, Attitude, Anticipation) dengan baik.

"Saat komunikasi antarpengguna jalan dapat berjalan dengan baik, maka potensi risiko berkendara akan dapat ditekan dan menurun," sebut Bintarto.

Bintarto menambahkan, jika penggunaan alat komunikasi kendaraan tidak berjalan baik, maka risiko kecelakaan juga semakin besar.

"Efeknya, kewaspadaan dan kesadaran diri berkurang, tidak antisipatif dalam merespons kondisi lalu lintas dan lain-lain, semua hal tersebut akan membuat potensi risiko berkendara akan meningkat tajam," tutupnya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa