Kendaraan Komersial Dorong Ekspor Mobil Indonesia Naik 25 Persen, Australia Target Selanjutnya!

Harun Rasyid - Selasa, 10 Maret 2020 | 07:05 WIB
DFSK Super Cab yang akan diekspor ke Afrika
PT Sokonindo Automobile
DFSK Super Cab yang akan diekspor ke Afrika

GridOto.com - Daya beli masyarakat Indonesia akan kendaraan roda empat dalam setahun terakhir bisa dibilang sedang menurun.

Meski begitu, industri otomotif roda empat Indonesia justru tumbuh dalam bidang ekspor atau pengiriman ke negara lain.

Putu Juli Ardika, selaku Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menuturkan, pertumbuhannya bahkan mencapai 25 persen.

Adapun segmen kendaraan komersial menjadi penyumbang terbesar atau yang paling banyak dikirimkan ke negara lain.

(Baca Juga: Hingga Februari 2020, Ekspor Isuzu Traga ke Filipina Capai 800 Unit)

"Penjualan kendaraan roda empat di dalam negeri tahun kemarin memang turun sekitar 10 persen. Tapi ekspor naik 25 persen, yang mana unit yang diekspor kebanyakan dari kendaraan komersial," ujar Putu beberapa waktu lalu saat menghadiri GIICOMVEC 2020.

Menurut Putu, kedepannya Indonesia akan menjajaki Australia sebagai negara tujuan ekspor selanjutnya.

Isuzu Traga yang akan diekspor ke Filipina
Adam Samudra/GridOto.com
Isuzu Traga yang akan diekspor ke Filipina


"Hal ini sedang kami jajaki, dimana Pak Menperin juga sedang berupaya bertemu principal untuk perizinan. Kemungkinan yang banyak di ekspor adalah kendaraan komersial seperti truk dan double cabin," jelas Putu, pada Jumat (6/3/2020).

Selain itu, ia mengungkapkan alasan kendaraan komersial berperan penting dalam bisnis ekspor, jika dibandingkan dengan kendaraan penumpang.

(Baca Juga: Corona Berdampak Pada Ekspor dan Impor Barang, Begini Kata Asosiasi Truk)

"Kalau kendaraan penumpang harus ada perubahan produksi, karena di Australia permintaan paling banyak itu SUV dan Sedan," ungkap Putu.

"Sedangkan di dalam negeri, skala produksi paling banyak adalah jenis MPV. Nah, ini yang musti diorientasi dulu untuk ekspor ke sana," tuturnya.

Saat ditanya mengenai merek apa saja yang bakal terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut, Putu belum bisa membeberkannya secara detail.

"Kami baru rencana buat ke Australia dulu, buat merek kami belum bisa pastikan meski beberapa sudah kami list," papar Putu lagi.

"Tapi kebanyakan pasti merek Jepang. Karena Jepang yang paling banyak investasi di sini," tutupnya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa