Tidak Perlu Pengembangan Baru, Bosch Bakal Sediakan Charging Station di Indonesia

Naufal Shafly - Kamis, 7 November 2019 | 20:55 WIB
Ilustrasi SPLU
Dok. Otomania
Ilustrasi SPLU

GridOto.com - Pemerintah terus mengupayakan percepatan era kendaraan listrik di Indonesia.

Salah satu yang terus dipersiapkan adalah charging station, untuk pengisian daya baterai kendaraan listrik.

PT Robert Bosch, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggara produk dan solusi kendaraan bermotor, mengaku siap untuk menyediakan charging station di Indonesia.

"Untuk saat ini, kebanyakan permintaan pasar sudah bisa kami penuhi dengan stasiun pengisian EV400 milik kami," ucap Sourabh Rautela, Country Marketing Manager Automotive Aftermarket Division PT Robert Bosch kepada GridOto.com (4/11/2019).

(Baca Juga: SPLU dan SPKLU Buat Ngecas Kendaraan Listrik, Apa Bedanya?)

Ia mengatakan, alat pengisian daya kendaraan listrik yang ada saat ini memiliki desain yang bersifat universal.

Karena itu, Bosch mengaku siap menyediakan charging station, terlebih secara global Bosch memiliki SPLU yang sudah beroperasi selama 15 tahun di Amerika dan Eropa.

"Kami tidak butuh pengembangan yang benar-benar berbeda dari yang lain. Jadi, kami tinggal menyesuaikan dengan permintaan pasar Indonesia," jelasnya.

"Mungkin tidak dengan membuat produk yang benar-benar baru, tapi dengan mempercepat waktu pengisian atau permintaan lainnya dari pasar Indonesia, sehingga kami dapat memilih produk apa yang cocok untuk kami bawa ke sini," lanjutnya.

(Baca Juga: PLN Siap Bangun 13 SPLU Baru Tahun Ini, Salah Satunya Ultra Fast Charging!)

Saat ini, Bosch telah memiliki alat pengisian daya listrik bernama EV400 series.

Alat ini sebelumnya telah dipasang di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan.

Sourabh menilai, EV400 series sangat cocok untuk kendaran listrik yang saat ini dipasarkan di Indonesia.

"Charging station yang sudah kami kembangkan di Indonesia ini adalah EV400, dimana aplikasinya sudah cocok dengan kendaraan listrik yang ada di Indonesia saat ini," tutupnya.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X