Sistem Pengereman Truk Minim Risiko Blong, Kenapa Masih Kerap Terjadi?

Taufan Rizaldy Putra - Selasa, 3 September 2019 | 17:23 WIB
Insiden tabrakan karambol di Tol Cipularang akibat rem truk yang disebut blong.
Insiden tabrakan karambol di Tol Cipularang akibat rem truk yang disebut blong.

GridOto.com - Sebuah insiden tabrakan karambol terjadi di ruas Tol Cipularang KM 92, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019).

Kejadian yang melibatkan 21 kendaraan tersebut terjadi akibat dump truck yang mengalami rem blong sehingga terguling dan menyebabkan kepadatan lalu lintas.

Tak lama ada dump truck lainnya yang tak mampu menghentikan lajunya sehingga menubruk antrean kendaraan tersebut.

Berkaca dari kejadian tersebut, sistem pengereman yang mengalami brake loss atau blong masih menjadi momok yang menakutkan.

Kenyataannya, kendaraan besar seperti truk dan bus sudah dibekali dengan sistem pengereman udara yang mumpuni untuk menghentikan laju kendaraan.

Sistem kerja rem angin
PicsArt
Sistem kerja rem angin

(Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Begini Posisi Kaki Saat Mengerem)

Jika sistem pengereman mobil menggunakan media fluida minyak rem untuk menekan kampas, kendaraan besar membutuhkan bantuan sistem pengereman udara atau rem angin.

Karena tekanan berlebih pada minyak tentu bisa membuat titik didih minyak rem meningkat tinggi, sehingga minyak rem kehilangan kemampuan untuk menekan.

"Versi air over hydraulic yakni kampas tetap ditekan dengan minyak rem. Bedanya, udara bertekanan yang digunakan untuk mendorong minyak rem tersebut," urai Roffi Tresmawan, Training Publikasi Dept. PT. Hino Motor Sales Indonesia (HMSI).

Dimensi dan bobot kendaraan yang besar, tentu bikin rem turut bekerja ekstra.

Editor : Dwi Wahyu R.
Sumber : Otomotifnet

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa