Toyota Astra Motor: Target Dari Pemerintah untuk Mobil Elektrik Tidak Mustahil, Asalkan..

Muhammad Rizqi Pradana - Jumat, 16 Agustus 2019 | 15:30 WIB
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).
Pradana/GridOto.com
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

GridOto.com - Dalam Perpres mobil listrik yang diteken Presiden RI Joko Widodo, terlampir beberapa target yang dicanangkan pemerintah mengenai mobil listrik.

Di antaranya adalah produksi mobil listrik sebesar 20% dari seluruh produksi mobil baru pada 2025, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 35% untuk 2019-2021 dan terus naik hingga 80% pada 2030 ke atas.

Hari Kamis kemarin (15/8/2019), Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, memberikan tanggapannya terhadap target-target tersebut.

Pertama, Anton mengatakan bahwa target produksi 20% akan sulit dicapai tanpa insentif dari pemerintah untuk pelaku industri otomotif Indonesia.

“Tidak mungkin kalau tidak ada insentif, (tapi) dengan (Perpres) ini lebih jelas lagi pemerintah telah yakin mendukung produksi mobil electrified di dalam negeri,” ungkap Anton di bilangan Jakarta Selatan.

(Baca Juga: Menjawab Tantangan Industri 4.0, Toyota-Astra Motor Menggelar Kompetisi Pemrograman)

Namun ia mengatakan bahwa kalau paket insentif yang diberikan pemerintah dapat sesuai dengan yang ada dalam bayangan mereka, target tersebut menjadi sangat mungkin tercapai.

“Kalau masih sesuai dengan bayangan kita, rasanya (target produksi) 20 persen mobil listrik pada 2025 sangat-sangat mungkin,” kata Anton.

Untuk target TKDN, Anton mengatakan bahwa 35% masih bisa dilaksanakan, tapi untuk memenuhi target selanjutnya Indonesia membutuhkan industri baterai EV dalam negeri.

“Itu yang di Indonesia sejauh ini belum ada, tapi sampai saat ini sudah beberapa investor-investor yang akan masuk,” tutur Anton.

“Jadi mudah-mudahan Perpres ini juga mempercepat keputusan mereka untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Fendi

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X