Menjajal Benelli Leoncino 250, Scrambler Yang Lincah Untuk Bermanuver

Harry - Senin, 19 Agustus 2019 | 10:52 WIB
Benelli Leoncino 250 lebih ringan dari Leoncino 500
Benelli Leoncino 250 lebih ringan dari Leoncino 500



GridOto.com - Setelah sukses merilis Benelli Leoncino 500, PT Benelli Motor Indonesia turut menghadirkan sang adik, yakni Leoncino 250.

Gaya ala scrambler yang diusung motor ini jelas terlihat menggoda, terlebih tren motor kustom lagi naik daun di Indonesia.

Wah, bisa jadi Leoncino 250 bakalan jadi bahan modifikasi oleh modifikator nih. Tinggal poles dikit sudah cakep.

(Baca Juga: Jangan Kelewatan, Yuk Tonton Video First Ride Benelli Leoncino 250)

Balik soal motor ini, beda lain dari sang kakak jelas mesin yang diusungnya, terpangkas separuh jadi 250 cc saja.

Saat kami mencobanya, ternyata motor ini memberikan rasa berkendara yang sangat berbeda dibandingkan Leoncino 500.

Seperti apa ulasan kami dari motor seharga Rp 49,5 juta (on the road Jakarta) ini? Yuk dibaca terus sampai habis.

Benelli Leoncino 250
Benelli Leoncino 250

Desain
Well, tampilan ala sebuah motor scrambler menjadi daya tarik utama dari desain keseluruhan motor ini.

Bentuknya klasik tapi dipadukan dengan penggunaan komponen yang terlihat modern, seperti lampu-lampu yang sudah LED.

Bentuk lampu utama sedikit lonjong, dengan berisi DRL LED dan lensa projector. Ukuran lampunya ini termasuk besar.

(Baca Juga: Benelli 502C, Cruiser Rp 160 Jutaan Yang Mirip Ducati Diavel)

Lekuk tangki motor ini terlihat manis, namun dimensinya agak tipis jika dibandingkan dengan Leoncino 500.

Dari samping, lekuk tangki dibuat satu garis dengan bentuk jok yang punya ketinggian 810 mm.

Lampu depan Benelli Leoncino 250
Lampu depan Benelli Leoncino 250

Buntutnya unik, punya semacam paruh bebek dengan dikawal lampu rem berbentuk trapesium terbalik.

Sasis teralis yang diusungnya, mengisi area bawah tangki bahan bakar, yang mengesankan sisi maskulin dari motor ini.

Sayang mesin 250 cc yang diusungnya, terlihat agak kurang besar, sehingga bagian area mesin ini agak sedikit kosong.

Fitur Lengkap
Soal kelengkapan, Benelli memang seolah enggak mau nanggung, meski untuk sebuah motor 250 cc miliknya.

Buktinya Leoncino 250 sudah punya panel meter digital LCD, dengan latar layar berwarna biru.

(Baca Juga: Harga Benelli TRK 502 Lebih Murah Dari Kompetitornya, Ini 5 Faktanya)

Isinya ada spidometer, takometer, fuel meter, trip A-B serta bisa diubah dari satuan km menjadi mill.

Disamping layarnya, ada lampu indikator sein, gigi netral, bahan bakar, lampu jauh, suhu mesin, check engine dan ABS.

Bentuk panel meternya ini cenderung mengotak, dan terlihat lebih modern, ketimbang milik Leoncino 500 yang bentuknya lebih membulat.

Spidometer Benelli Leoncino 250
Spidometer Benelli Leoncino 250


Di area setang sebelah kanan, terdapat saklar untuk lampu hazard yang bisa digunakan pada saat darurat.

Kemudian kaki-kaki depan, motor ini sudah mengusung suspensi jenis upside down dengan diameter tabung as 41 mm. Makanya berkesan padat.

(Baca Juga: Dijual Rp 49,5 Juta, Kaki-Kaki Benelli Leoncino 250 Terasa Istimewa)

Rem depan pakai cakram tunggal 280 mm semi floating, dikawal kaliper empat piston dan sudah ABS. Dijamin pakem banget rem depannya.

Peleknya sendiri tipe casting wheel yang punya desain multi spoke,terbungkus ban Zeneos ukuran 110/70-17.

Rem depan Benelli Leoncino 250
Rem depan Benelli Leoncino 250


Beralih ke kaki-kaki belakang, peredaman menggunakan suspensi tipe monosok dengan setelan preload.

Lengan ayunnya model pipa kotak biasa, bukan model pipa bulat yang didobel, seperti milik Leoncino 500.

Pengereman roda belakang pakai cakram tunggal ukuran 240 mm, dengan kawalan kaliper dua piston, dan juga sudah ABS.

(Baca Juga: Menggoda Banget, Begini Spesifikasi Dari Benelli Leoncino 250)

Ban belakang pakai ukuran 150/60-17. O iya, tapak ban Zeneos yang dipakai model dual purpose gitu, menambah kesan gahar dari motor ini.

Mesin
Leoncino 250 dibekali mesin silinder tunggal, DOHC, 4 katup dengan pendingin cairan, dengan transmisi enam percepatan.

Mesinnya ini pakai paduan piston 72 mm, dengan langkah 61,2 mm, sehingga kapasitas mesinnya diangka 249 cc.

Tenaga yang mampu dihasilkan tercatat 26,8 dk/10.500 rpm, dengan torsi puncak 21,2 Nm/8.000 rpm.

Meski puncak torsi dan tenaganya ada diputaran tinggi, tapi respon mesin dan tarikannya cukup kuat diputaran bawah dan tengah.

Mesin satu silinder Benelli Leoncino 250
Mesin satu silinder Benelli Leoncino 250


Jelas karakter seperti ini sangat cocok untuk lalu lintas yang stop and go, seperti di kota-kota besar yang padat.

Sayangnya area test ride yang terbatas, jadi kami belum sempat merasakan performa tarikan atasnya.

Tapi yang dirasakan, ada sedikit vibrasi saat putaran mesin mencapai 7.000-8.000 rpm, meski enggak begitu mengganggu.

Selengkapnya nanti kita tunggu unit test ride-nya ya, biar bisa kita ukur akselerasinya pakai Racelogic hehehe...

(Baca Juga: Mau Kredit Benelli Motobi 152? Di Solo Jawa Tengah, Segini Angsurannya)

Sebenarnya agak disayangkan sih Leoncino 250 pakai mesin satu silinder, yang banyak dipandang sebelah mata konsumen Indonesia.

Sementara mereka punya mesin 250 cc dua silinder yang terpasang di Benelli TNT 249S tuh, dengan karakter suara bak moge empat silinder.

Barangkali pertimbangan Benelli memasang mesin satu silinder, supaya motor ini lebih ringan dan mudah dikendalikan.

Riding Position & Handling
Pertama dudukin, motor dengan postur 2.080 mm x 830 mm x 1.100 mm (PxLxT) ini berasa mungil sob.

Rider dengan tinggi 172 cm, bisa duduk dengan mudah di atas motor. Kaki bisa menapak dengan sempurna, bahkan masih menekuk.

Terus setangnya yang lebar, ternyata mudah dijangkau loh. Badan jadi enggak perlu membungkuk sob.

Benelli Leoncino 250 test ride
Benelli Leoncino 250 test ride


Pijakan kaki juga punya posisi yang nyaman, karena agak lebih maju ktimbang posisi duduk pengendaranya.

Dengan riding position seperti ini, pastinya asyik banget buat riding sehari-hari atau riding jauh sesekali, enggak cepat pegal.

Tapi ukuran jok yang enggak terlalu panjang, bakal bikin penumpang enggak nyaman, apalagi kalau penumpang bawa tas ransel, dijamin pegal.

Terus gimana rasa berkendaranya?

Dengan bobot motor 155 kg, ternyata Leoncino 250 ringan dan mudah dikendalikan loh. Feeling-nya jauh berbeda dari sang kakak, Leoncino 500.

(Baca Juga: Pengen Tahu Dua Motor Terbaru Dari Benelli? Yuk Simak Videonya)

Motor ini untuk menikung zig-zag ternyata mudah. Setang yang lebar membantu pengendalian motor jadi lebih sigap.

Enggak perlu effort untuk merebahkan dan membelokkan motor ini. Mau lean with bike atau counter steering sama enaknya sob.

Ban Zeneos dengan tapak dual purpose juga mampu memberi traksi yang baik. Pengereman juga mantap banget, pakem tapi enggak sampai ngunci karena sudah ada ABS.

Sayangnya area test ride yang disediakan aspal mulus nih, jadi enggak bisa tahu redaman suspensi depan-belakang seperti apa.

Kesimpulan
Leoncino 250 ini jelas punya keunggulan dari sisi desain dan fitur yang disematkan. Harganya pun masih bisa dijangkau, Rp 49,5 juta.

Meski agak diragukan, nyatanya performa mesin 250 cc silinder tunggal miliknya sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Nah, pilihan kembali pada konsumen bukan? Tinggal sesuaikan sama selera, kalau cocok langsung SPK hehehe...

Benelli Leoncino 250 lincah untuk bermanuver
Benelli Leoncino 250 lincah untuk bermanuver


Data Spesifikasi
Dimensi : 2.080 mm x 830 mm x 1.100 mm (PxLxT)
Tinggi jok : 810 mm
Jarak terendah : 180 mm
Berat motor : 155 kg
Sumbu roda : 1.375 mm
Kapasitas tangki : 12,5 liter

Tipe mesin : silinder tunggal, 4-tak, dohc, pendingin cairan
Diameter x langkah : 72 mm x 61,2 mm
Kapasitas mesin : 249 cc
Tenaga maksimal : 26,8 dk/10.500 rpm
Torsi maksimal : 21,2 nm/8.000 rpm

Sok depan : upside down 41mm
Rem depan : cakram 280 mm, ABS
Ban depan : 110/70-17

Dok belakang : monosok, preload
Rem belakang : cakram 240 mm, ABS
Ban belakang : 150/60-17

Editor : Dimas Pradopo

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X