Pasar Sedan Turun, Ini Alasan Toyota Tetap Tawarkan Camry ke Konsumen

Dio Dananjaya - Minggu, 13 Januari 2019 | 11:50 WIB
Toyota Camry tipe L A/T Hybrid yang diluncurkan di Blue Grass, Jakarta Selatan (8/1/2019)
Rr Inne Aveline/GridOto.com
Toyota Camry tipe L A/T Hybrid yang diluncurkan di Blue Grass, Jakarta Selatan (8/1/2019)

GridOto.com – Awal Januari ini, PT Toyota Astra Motor sudah merilis salah satu model terbarunya.

Bukan MPV seperti yang banyak dibicarakan, tapi sebuah sedan Camry yang jadi perhatian.

Padahal menurut Toyota, pasar sedan di Indonesia tengah menurun terus, lantas apa alasan mereka tetap tawarkan Camry ke konsumen?

“Kalau zaman 10 tahun lalu market share Toyota di segmen sedan masih 4 sampai 5 persen. Mungkin sekitar 3 sampai 4 tahun lalu sudah menurun ke level 3 persen, dan sekarang sudah di bawah 3 persen,” kata Anton Jimmi Suwandi, Direktur Marketing PT TAM.

Desain dasbor depan Toyota All New Camry dilihat dari sisi kemudi
RR Inne Aveline/GridOto.com
Desain dasbor depan Toyota All New Camry dilihat dari sisi kemudi

(Baca Juga : Setelah Camry dan Avanza, Toyota Masih Punya Kejutan di Awal Tahun 2019)

“Jumlahnya memang relatif terbatas, tapi tetap Toyota merasa ada marketnya di segmen itu, termasuk untuk Camry,” lanjutnya kepada GridOto.com belum lama ini.

“Oleh karena itu kami jadikan sebagai benchmark tipe prestige atau segmen tertentu,” tambah Anton.

Ia juga berujar, pasar Camry saat ini cukup menarik perhatian dari sektor fleet, seperti untuk pejabat, pemerintah, dan sebagainya.

Tampak samping Toyota Camry baru
RR Inne Aveline/GridOto.com
Tampak samping Toyota Camry baru

“Antara fleet dengan retail hampir seimbang sebetulnya, makanya kami sediakan untuk mengisi ceruk pasar dari masing-masing segmen,” terangnya.

(Baca Juga : Penjualan LCGC Toyota di 2018 Lesu, Tak Seindah Tahun Sebelumnya)

Soal target penjualan, Toyota tak terlalu ambil pusing jika Camry hanya laku sedikit.

"Jujur untuk sedan kami tidak terlalu banyak menargetkan, karena hanya sebagian kecil dari jualan kami," imbuh Anton.

"Tapi kalau kami lihat penjualan tahun lalu kira-kira 100 unit (per bulan), kurang lebih sama seperti itu," tutupnya.

Editor : Hendra

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X