Road Safety Association: Perpanjang SIM Perlu Ujian Ulang

M. Adam Samudra - Selasa, 27 November 2018 | 19:30 WIB
Ilustrasi SIM
Polri
Ilustrasi SIM

 

GridOto.com - Di Indonesia untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) masih tergolong gampang. 

Berbeda dengan negara lain, memiliki SIM syaratnya cukup berat, seperti wajib sekolah mengemudi dan mengikuti ujian yang lebih kompleks.

Biayanya pun lebih mahal daripada di Indonesia.

(BACA JUGA: Perlu Enggak Sih Perpanjang SIM Tapi Praktik Ulang? Ini Kata Polisi)

Itu dilakukan supaya tingkat kecelakaan di jalan raya kecil.

Menurut Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Indonesia, Ivan Virnanda, di Indonesia tidak ada batas usia maksimum kepemilikan SIM.

Selain itu, idealnya perpanjangan SIM harus dilakukan ujian kembali, baik teori ataupun praktek.

Di Indonesia umur berapa saja bisa memiliki SIM, padahal kemampuan berkendara seseorang ketika usia sudah 50 tahun keatas pasti berbeda.

(BACA JUGA: Pembalap Indonesia Sean Gelael Ikut Tes Pascamusim F1 2018, Ini Daftar Pembalap Lainnya)

Dari tingkat konsentrasi, pemikiran dan lain sebagainya. 

Maka dari itu harus ada ujian ulang kembali buat perpanjang SIM.

"Kalau diluar negeri memang sudah banyak SIM yang berlaku seumur hidup. Tapi kalau dari kita belum sampai ke arah sana, mangkanya kalau saya berpikir bahwa kemampuan itu perlu diuji terus menerus sampai dia masih oke untuk bisa berkendara," kata Ivan kepada GridOto.com di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Menurut dia, SIM adalah salah satu legalitas dari pemerintah bahwa orang tersebut mampu mengendarai sebuah kendaraan bermotor.

Saat ini di Indonesia cara memperpanjang SIM sangat mudah.

Orang yang ingin memperpanjang bisa datang ke layanan SIM keliling tanpa melewati tahapan ujian.

Padahal, setelah lima tahun memiliki SIM, otomatis usia akan bertambah dan pasti ada perbedaan kemampuan.

"Seharusnya SIM itu juga memiliki umur maksimum, karena banyak orang yang berumur 60 tahun ke atas kemampuan berkendarnya sudah mulai menurun sehingga sangat cukup berbahaya ketika berada di jalan.

"Mengemudi itu tidak hanya sebatas ngegas dan ngerem untuk mengantarkan dari titik A ke titik B tapi ada hal lainnya," paparnya.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X