Bukan Mesin dan CVT, Ini Penyakit Vespa Sprint Bekas yang Sering Kambuh

Isal - Senin, 6 Juli 2026 | 17:45 WIB

Penyakit Vespa Sprint yang harus diwaspadai

Saklar Vespa Sprint

Penyebabnya bisa dari usia pemakaian hingga terlalu keras saat ditekan.

"Kalau sudah parah saklar jadi longgar, dampaknya lampu-lampu seperti lampu utama nyalanya enggak maksimal bahkan sampai mati," tambahnya saat ditemui di Jalan Al-Hidayah, Pangkalan Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat.

Seperti kita ketahui kalau Vespa Sprint masih menggunakan teromol pada rem belakangnya.

Sehingga masih butuh kabel yang tersambung dari tuas rem hingga paha rem teromol di bagian belakang.

Nah, kabel rem belakang Vespa Sprint ternyata sering bermasalah.

Isal/Gridoto.com
bagian dalam saklar Vespa Sprint

Baca Juga: Sudah Pakai Keyless, Ini Fungsi Tombol di Remote Vespa Sprint S 180

"Sprint dan Primavera paling sering ganti kabel rem belakang," jelas Rizky.

"Bahkan lebih cepat dibandingkan dengan Vespa varian LX dan juga S," tambahnya.

Gejalanya tuas rem sebelah kiri terasa lebih keras ketika ditekan hingga pengereman jadi kurang pakem.

Isal/GridOto.com
Kabel rem belakang atau teromol Vespa matic

Hal ini ternyata disebabkan karena kabel rem teromol yang sudah berkarat.

"Umumnya disebabkan karena kabel rem yang sudah berkarat," sahut Limanto Bayuaji, Pemilik bengkel spesialis Vespa, Piaggio dan Gilera, Scooter Layur.

"Bisa juga ada bagian serabut yang putus, bahkan kalau dibiarkan kabel bisa putus semua, rem otomatis jadi blong," tambahnya.

Kalau masih sebatas karat, kalian bisa melumasi kabel rem dengan cairan penetran atau pelumas yang dimasukan ke dalam selongsongnya.

"Tapi kalau kondisi kabel rem sudah putus sebaiknya diganti baru supaya aman," tuturnya.

Nah itu dua masalah yang harus diwaspadai jika meminang Vespa Sprint bekas.

YANG LAINNYA