"Di atas motor, 'pasangan' kita adalah mesin dan momentum fisik kendaraan. Jika menikung terlalu kaku atau mengerem terlalu mendadak di tengah tikungan, artinya sedang memaksa motor untuk terpeleset. Harus ada ritme yang pas antara pengurangan kecepatan, pemosisian tubuh, dan pembukaan gas kembali," jelas Oke.
"Harus ada ritme yang pas antara pengurangan kecepatan, pemosisian tubuh, dan pembukaan gas kembali," tambahnya.
Untuk melahap tikungan, Oke tidak menyarankan untuk rebah terlalu miring ala pembalap, namun lean in atau postur badan yang menyesuaikan kemiringan motor adalah yang terbaik, bukan motor dipaksa miring.
"Ingat rumus baku sebelum menikung, Slow In, Fast Out, atau masuk tikungan dengan kecepatan lambat, dan keluar dengan segera setelah selesai menikung. Selesaikan proses pengereman saat motor masih dalam posisi tegak sebelum memasuki tikungan. Begitu masuk ke area tikungan, lepas rem secara perlahan, jaga kecepatan konstan, dan baru putar gas kembali setelah melihat ujung keluar tikungan," Oke mewanti-wanti.
Terakhir, Oke mengingatkan agar selalau memastikan tidak ada kendaraan yang melebar dari lawan arah.
Jika ragu, cari aman dengan menurunkan kecepatan dan menyusuri tikungan hingga pandangan menjadi terbuka untuk melihat di balik tikungan.