Baca Juga: Honda Supra X 125 Mendarat di Gorong-gorong Sedalam 2,5 Meter, Satu Lansia Menghadap Sang Khalik
"Saat itu posisi mobil pikap sudah berada di tengah jalan, sedangkan posisi mobil HiAce tidak bisa menghindar karena jarak sudah cukup dekat. Akibatnya terjadi kecelakaan," jelas Yohana Rosalin Diaz seizin Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, (23/6/26) melansir TribunBali.com.
Benturan keras tersebut menyebabkan pasutri lansia di dalam Carry pikap mengalami luka parah.
Indrawati mengalami memar pada kepala bagian belakang sebelah kiri, pendarahan dari mulut, serta patah tulang pada tangan kanan.
Sementara sang suami, Hidayat Maruta mengalami luka robek yang cukup dalam pada kepala bagian kiri.
Keduanya langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat, namun nyawa mereka tidak tertolong.
"Kedua korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis Puskesmas II Sukasada. Sementara untuk pengemudi dan penumpang mobil HiAce dilaporkan tidak mengalami luka-luka," imbuh Yohana.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di TKP, pihak kepolisian menduga kecelakaan maut ini dipicu oleh faktor kelalaian pengemudi.
"Polisi menduga kecelakaan terjadi karena kurang hati-hatinya pengemudi mobil pikap saat keluar dari rumah dan tidak memberikan prioritas kepada kendaraan yang melaju dari arah jalur utama (selatan)," tambahnya.
Selain menelan korban jiwa, kecelakaan ini juga mengakibatkan kedua mobil mengalami kerusakan berat.
Bagian depan Toyota HiAce ringsek parah. Sementara itu, Suzuki Carry pikap mengalami penyok parah di bagian samping kanan depan, serta kaca depan pecah total.
Baca Juga: Bodi Depan Suzuki Carry Futura Ringsek, Sentuh Tubuh Lansia 82 Tahun Sibuk Mencangkul
Pihak kepolisian menaksir kerugian materiil akibat insiden tabrakan ini mencapai puluhan juta rupiah.
"Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Kasus ini masih dalam penanganan intensif Satlantas Polres Buleleng," tandas Yohana.
Di sisi lain, Perbekel (Kepala Desa) Pancasari, Wayan Komiarsa, membenarkan pasutri yang menjadi korban tewas tersebut merupakan warganya yang dikenal ramah.
Keduanya diketahui telah berdomisili di Banjar Dinas Buyan sejak tiga tahun terakhir.
"Mereka hanya tinggal berdua di sini. Di Desa Pancasari, mereka sehari-hari mengelola bisnis laundry dan juga rumah kos-kosan," tutur Wayan Komiarsa.
Saat ini, jenazah Indrawati Setiabudi dan Hidayat Maruta masih dititipkan di Kamar Jenazah RSUD Buleleng sembari menunggu kedatangan pihak keluarga besar mereka yang sedang bertolak dari Cirebon, Jawa Barat.