Baca Juga: Isuzu Beberkan Trik Truk Diesel Bisa Irit, Ternyata Bukan Mesin Saja
Sistem telematika ini tidak hanya sekedar memantau kendaraan, namun juga bisa memberikan beberapa informasi penting dari segi pengemudi sampai kendaraan.
Fitur Driver Safety Behaviour & Diagnostic Trouble Code di Isuzu Link mampu memantau sekaligus memperbaiki pola berkendara para pengemudi di lapangan.
Melalui fitur cerdas ini, sistem akan memberikan data akurat mengenai perilaku berkendara yang berisiko, seperti overspeed (melebihi batas kecepatan) dan perilaku berkendara tidak aman (unsafe driving).
Pemilik armada juga akan mendapatkan notifikasi otomatis apabila kendaraan memasuki area rawan dengan risiko kecelakaan tinggi.
Tak kalah penting, aplikasi ini dilengkapi dengan peringatan durasi mengemudi.
Sistem akan memberikan alarm pengingat jika pengemudi telah berkendara terlalu lama tanpa beristirahat, yang menjadi salah satu pemicu utama kelelahan (fatigue) di jalan raya.
Isuzu Link juga bisa memantau kendaraan yang idling terlalu lama karena berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar.
Di sisi lain, jika terjadi kendala teknis pada mesin saat armada sedang beroperasi, fitur Error Code akan langsung mendeteksi masalah tersebut dan memberikan peringatan dini kepada pemilik usaha.
Dengan demikian, solusi dan tindakan perbaikan dapat segera diambil sebelum kerusakan berdampak pada keselamatan di jalan.
"Melalui fitur Data Integration atau Application Programming Interface (API), manajemen perusahaan dapat menyelaraskan seluruh data operasional Isuzu Link dengan kebijakan keselamatan internal maupun standar eksternal mitra bisnis," ungkap Rian.
"Isuzu percaya dengan kombinasi antara armada yang tangguh, pemantauan teknologi yang ketat, dan kesiapan layanan purnajual, angka kecelakaan kerja di jalan raya dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan produktivitas bisnis konsumen," tandas Rian.