GridOto.com - Banyak penikmat balap motor bertanya-tanya, kenapa pembalap profesional justru sering jatuh saat sesi latihan atau Free Practice.
Padahal, sesi latihan atau Free Practice bukan ajang perebutan poin maupun podium.
Menjawab hal ini, Aldi Satya Mahendra, pembalap Indonesia yang menjadi Juara Dunia World Supersport 300 (WorldSSP300) tahun 2024 ini bongkar rahasia.
Menurut pembalap binaan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ini, crash saat latihan justru menjadi bagian penting dalam proses mencari batas kemampuan motor dan pembalap.
"Untuk sesi practice jatuh itu sebetulnya saya juga lagi cari limitnya," ujar adik kandung Galang Hendra Pratama.
Baca Juga: MotoGP Uji Coba Hapus Perangkat Start Depan, Pembalap Mulai Protes
Sesi latihan memang dimanfaatkan pembalap untuk mengeksplorasi limit motor dan gaya balap sebelum memasuki sesi yang lebih krusial seperti kualifikasi, superpole maupun race.
Menurut pembalap asal Bantul, Yogyakarta ini, saat mengalami crash karena melewati batas kemampuan motor atau grip ban, pembalap justru mendapatkan informasi berharga.
"Jadi ketika saya crash karena limit, saya tahu di mana limitnya. Dan saya pikir kalau saya kayak gini lagi, pasti saya akan crash di Superpole atau di race. Jadi saya enggak akan mengulanginya lagi," jelas Aldi.
Menariknya, Aldi mengaku tidak selalu menganggap crash sebagai sesuatu yang negatif selama terjadi dalam proses mencari setelan dan batas kemampuan motor.
"Ketika saya crash karena limit, bagi saya malah senang. Karena saya menemukan titik di mana saya strong dan saya limit di situ," ungkapnya.
Baca Juga: Fabio Di Giannantonio Nyaris Podium di Sprint MotoGP Ceko 2026, Pembalap VR46 Akui Salah Pilih Ban
Setelah mengalami kecelakaan, Aldi juga selalu melakukan evaluasi bersama tim untuk mencari penyebab insiden dan mencegah kesalahan yang sama terulang.
"Ketika saya crash juga saya pasti ngobrol sama tim. Kenapa saya crash dan saya analisa lagi bagaimana caranya supaya tidak crash lagi," lanjut pembalap Yamaha yang kini berlaga di Kejuaraan Dunia Supersport (WorldSSP) 2026 bersama AS Racing Team.
Selain memahami limit motor, Aldi menyebut faktor fokus dan kondisi fisik juga menjadi kunci utama dalam menghadapi akhir pekan balap.
"Pastinya fokus yang paling utama. Karena sebelum datang ke race weekend itu, gimana caranya untuk fokus dan bikin badan fit," ujarnya.
Makanya tidak heran untuk menjaga performa, pembalap menjalani berbagai program latihan seperti gym, cycling, hingga latihan fisik lainnya.