GridOto.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, bakal turun mengikuti tren pelemahan harga minyak mentah dunia.
Penurunan harga Pertamax ini merupakan respons positif meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah usai Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat berdamai.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa penentuan harga jual BBM non-subsidi mutlak terikat pada pergerakan harga keekonomian pasar global.
Kalau pasar global turun, Pertamina maupun badan usaha swasta wajib melakukan penyesuaian harga jual ke masyarakat.
"Nah apakah (Pertamax) bisa turun? pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun," ujar Dwi Anggia di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Seperti diketahui, ketergantungan terhadap minyak dari kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor penting dalam peta energi global.
Meski sejumlah negara sudah mengurangi ketergantungan melalui diversifikasi sumber energi dan peningkatan produksi domestik, banyak negara, terutama di Asia dan Afrika, masih sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.
Baca Juga: Bahlil Janji Murah, Segini Harga BBM Baru Yang Resmi Dijual Mulai 1 Juli 2026
Berdasarkan data IEA World Energy Statistics 2024 dan Kpler 2025, negara-negara diperingkat berdasarkan persentase konsumsi minyak domestik yang dipasok dari impor minyak Timur Tengah.
Data ini mencakup minyak mentah, gas alam cair (LNG), serta produk minyak olahan.