Ketika mobil hendak beranjak, percikan api tiba-tiba muncul dari dalam mobil dan dengan cepat membesar, memicu kepanikan warga serta pengguna jalan di sekitar lokasi Kraksaan.
Baca Juga: Toyota Avanza Meleleh Sisa Rangka di Lokasi Fatal, Polisi Kaget Ada Benda Tak Lazim di Kabin
Sebelum petugas pemadam kebakaran (damkar) tiba, karyawan SPBU sempat mencoba melokalisasi api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Namun, karena material di dalam mobil mudah terbakar, api baru bisa sepenuhnya dikuasai setelah petugas Damkar Satpol PP Kabupaten Probolinggo menerjunkan dua unit armada gajah merah.
Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo, Adi Susanto, membenarkan proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga area benar-benar dinyatakan aman dan kondusif.
"Sebelumnya sudah dilakukan penanganan oleh petugas SPBU menggunakan APAR yang tersedia. Kemudian kami dengan dua armada mobil damkar. Satu jam kemudian, alhamdulillah api sudah padam," jelas Adi.
Firman, salah seorang warga setempat yang berada di lokasi kejadian, menuturkan Baleno tersebut memang baru saja mengisi bensin sebelum akhirnya dilalap api.
Ia juga menyaksikan langsung evakuasi delapan jeriken dari dalam bangkai Suzuki Baleno yang hangus tersebut.
"Sudah ngisi (BBM) itu, di dalam juga ada 8 jeriken yang berisi Pertalite. Kalau orangnya tadi sudah dibawa ke rumah sakit setelah mengalami luka bakar, tapi sepertinya lukanya tidak terlalu parah," terang Firman.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi. Tim Inafis Polres Probolinggo bersama Polsek Kraksaan telah merampungkan olah TKP.
Seluruh barang bukti, termasuk 8 jeriken Pertalite dan bangkai Suzuki Baleno, telah dievakuasi ke Mapolres Probolinggo untuk kepentingan penyidikan dan uji forensik lebih lanjut.
Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini guna memastikan ada atau tidaknya jaringan mafia migas atau pelanggaran aturan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Probolinggo.