Baca Juga: Tepergok Maling Motor di Siang Bolong, Pelaku Todong Pistol ke Pemilik di Kramat Jati
"Di situ saya liat ada maling di sini saya turun dong, saya teriak 'maling-maling', eh sama dia, saya ditodong, saya disuruh masuk lagi ke rumah jangan teriak," beber Susi.
Meski begitu, Susi tak gentar dan tetap memberikan perlawanan dengan memukul sang pelaku beberapa kali.
Pasalnya, ia menyadari jika dirinya masuk ke dalam rumah, motornya pasti raib digondol maling.
"Saya tepak-tepakan tuh, saya pukul malingnya langsung, sudah pakai leter T. Saya pukul pukul terus, tapi dia masih ngeluarin pistol terus warna silver gitu. Saya teriak-teriak 'maling, maling', enggak ada yang keluar-keluar tuh orang-orang, lama banget," ucapnya.
Menurut Susi, pelaku curanmor ini melancarkan aksinya berdua dengan seorang rekannya yang awalnya menunggu di atas motor di depan gang.
Seorang pemilik warung kelontong yang berada tepat di sebelah rumahnya pun sempat mencoba keluar untuk menolong, tetapi justru ikut diancam hingga ketakutan oleh rekan pelaku itu.
"Ibu warung ini mau nolongin, tapi sama temennya ditodong pistol juga sama yang jagain. Iya, warung ini sebelah rumah. Dia mau keluar, diomongin gitu suruh 'diam nggak, diam nggak', sama pakai pistol warna silver juga," jelasnya.
Susi mengakui bahwa di balik keberaniannya, sebenarnya ia sempat merasa ketakutan karena bisa saja kehilangan nyawa jika ditembak oleh pelaku.