GridOto.com- Getaran mesin yang terasa hingga ke kabin saat mobil dalam kondisi idle atau langsam bisa menjadi salah satu tanda engine mounting mulai bermasalah.
Engine mounting sendiri berfungsi sebagai dudukan mesin sekaligus meredam getaran agar tidak langsung diteruskan ke bodi kendaraan.
Ketika bagian karet pada engine mounting mulai mengeras, retak, atau pecah, kemampuan meredam getaran akan berkurang secara signifikan.
Mulyana atau yang akrab disapa Caca, mekanik sekaligus pemilik bengkel spesialis kaki-kaki Berkah Abadi di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta, mengatakan gejala ini cukup sering ditemui pada mobil yang sudah berumur.
"Kalau pas langsam getarannya sampai kerasa di setir atau jok, biasanya kondisi engine mounting memang sudah perlu dicek," ujar Caca.
Baca Juga: Ciri Engine Mounting Mobil Mulai Rusak Bisa Dirasakan Sejak Awal
Menurutnya, getaran akibat engine mounting rusak paling mudah dirasakan saat putaran mesin berada pada kondisi idle.
Pada kondisi tersebut, putaran mesin berada di level rendah sehingga guncangan alami dari mesin lebih mudah terasa.
Selain itu, mobil yang sedang diam tidak memiliki getaran lain dari roda maupun permukaan jalan yang bisa menutupi getaran mesin.
"Makanya banyak yang baru sadar pas lagi berhenti di lampu merah atau antre macet, kabinnya terasa bergetar terus," jelasnya.
Baca Juga: Engine Mounting Mobil Bermasalah, Pengemudi akan Merasakan Ini
Caca menambahkan, gejala tersebut biasanya akan semakin terasa ketika sistem AC sedang bekerja.
"Saat kompresor AC aktif, beban mesin bertambah, jadi kalau mounting sudah lemah getarannya bisa lebih terasa," katanya.
Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak mengabaikan getaran berlebih saat idle dan segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi engine mounting.