GridOto.com- Jin Inoue, Presiden Direktur Kawasaki Motor Indonesia ungkap 70 persen konsumen Kawasaki membeli secara tunai.
Angka ini kebalikan dari persentase pembelian motor secara umum.
Sebagai informasi، Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengungkapkan secara nasional penjualan motor dilakukan melalui lembaga financial dengan jumlah sekitar 65 persen.
Menurut Jin Inoue Kawasaki di Indonesia menempatkan diri sebagai merek yang sangat tersegmentasi (niche market).
Pabrikan asal Jepang ini fokus pada segmen hobi dan performa tinggi.
Jin Inoue mengatakan Karena Kawasaki tidak lagi bermain di segmen motor bebek atau skutik entry-level yang menjadi kebutuhan pokok transportasi harian.
"Konsumen kami orang-orang yang memang secara ekonomi sudah memiliki kendaraan utama atau menjadikan motor Kawasaki sebagai kendaraan hobi," sebutnya.
Michael. D. Tanardi, menambahkan Secara umum, konsumen Kawasaki berada di segmen ekonomi menengah ke atas.
Baca Juga: KMI Bangga Kawasaki KLE500 Jadi Bike Of The Year OTOMOTIF Award 2026
"Secara ekonomi, konsumen Kawasaki adalah kelompok yang lebih matang secara finansial," ungkap Head & Sales Promotion PT Kawasaki Motor Indonesia ini.
Mereka memiliki literasi keuangan yang sangat baik.
"Mereka berhitung mana lebih menguntungkan pembelian kredit dan cash," ungkap Michael.
Sebagai informasi, suku bungan kredit motor tergolong tinggi.
Berkisar 25 persen hingga 30 persen per tahun.
"Jadi kalau ambil tenor 3 tahun harus membayar bunga 75 persen hingga 90 persen dari harga tunai," jelas Michael.
itu sebabnya, konsumen Kawasaki yang memang memiliki kestabilan ekonomi lebih memilih pembelian secara tunai dibanding kredit.