GridOto.com - Kabin Mazda 2 warna merah milik seorang dokter muda tiba-tiba mencekam.
Pemiliknya bernama dokter Jihan Rizky Ramadhani (25) teriak kesakitan di dalam kabin karena tiba-tiba tubuhnya disetrum orang tak dikenal.
Pelakunya berinisial AF (37) asal Bondowoso, Jawa Timur yang mempunyai niat jahat.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi mengatakan, pelaku diduga menggunakan alat setrum untuk melumpuhkan korban dengan tujuan merampas Mazda 2 tersebut.
"Kejadiannya di depan toko kacamata Jalan Tukad Barito Timur, Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Minggu (31/5/26) sekitar pukul 13.00 Wita," kata Azel saat dikonfirmasi, (3/6/26) mengutip Kompas.com.
Korban diketahui saat itu baru selesai berbelanja kacamata.
Menurut Azel, korban datang ke lokasi sekitar pukul 12.30 Wita menggunakan Mazda 2 merah dan memarkirkannya di depan toko.
Baca Juga: Sopir Taksi Online di Kota Medan Dimintai Tebusan Rp 65 Juta, Terkait Nasib Toyota Avanza Miliknya
Setelah selesai berbelanja, korban kembali ke mobil dan menyalakan mesin.
Namun, pintu mobil belum sempat dikunci.
"Setelah selesai berbelanja, korban kembali ke mobil dan menyalakan kendaraan. Namun korban lupa mengunci pintu mobil," ujar Azel.
Saat korban berada di dalam mobil, pelaku yang datang dengan berjalan kaki tiba-tiba membuka pintu bagian pengemudi.
"Pelaku mengeluarkan alat setrum dan menyetrum dada korban. Kemudian menarik korban keluar dari mobil dan berusaha masuk ke dalam kendaraan," papar Azel.
Korban yang terkejut langsung berteriak meminta pertolongan.
Teriakan tersebut menarik perhatian warga di sekitar lokasi yang kemudian berdatangan untuk membantu korban.
Baca Juga: Wanita Pasrah Jadi Sasaran Begal Bercelurit, Brio Kandas dan Dijual Rp 25 Juta
Pelaku akhirnya berhasil diamankan warga sebelum sempat membawa kabur Mazda 2 milik korban.
Selanjutnya, AF diserahkan ke Polsek Denpasar Selatan untuk diproses hukum lebih lanjut.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti.
Barang bukti tersebut meliputi satu alat setrum, gunting, tang, lakban, dua utas tali, beberapa tali tis (cable tie), serta sepasang sarung tangan.
"Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," beber Azel.
Polisi masih mendalami motif pelaku serta kemungkinan keterlibatannya dalam tindak kejahatan lain di wilayah Bali.