GridOto.com - Modus baru terkait penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali terungkap.
Kali ini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Komisi XII DPR RI menemukan indikasi praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena diduga melibatkan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar, sekaligus menggunakan berbagai identitas kendaraan untuk menghindari deteksi sistem pengawasan.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan kalau kendaraan yang diperiksa diduga menggunakan banyak QR code dan pelat nomor berbeda untuk melakukan pembelian BBM subsidi secara berulang.
"Truk ini membawa 16 QR code dan 18 pasang nomor polisi kendaraan palsu.
BPH Migas terus melakukan pengawasan agar efektif, efisien, dan mementingkan BBM subsidi untuk masyarakat yang berhak, tepat sasaran, dan tepat manfaat bagi masyarakat Jepara," kata Wahyudi menukil TribunJateng (31/5/2026).
Menurut Wahyudi, kendaraan tersebut diduga menjalankan pola yang dikenal sebagai modus "helikopter", yakni keluar-masuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) secara berulang untuk membeli BBM subsidi.
Dalam praktiknya, pelaku diduga menggunakan identitas kendaraan dan QR code yang berbeda-beda sehingga transaksi terlihat normal ketika tercatat dalam sistem.
Baca Juga: Jangan Panik, Begini Cara Daftar Ulang Barcode BBM Subsidi Dihapus Pertamina
"Tadi transaksinya terjadi sekitar pukul 12.55 WIB. Secara fisik kondisi truk kurang baik.