Ia menambahkan beberapa sirkuit seperti Le Mans memang lebih sulit karena area pengereman menuju tikungan pertama tidak terlalu berat. Meski begitu, ia menilai kecelakaan tetap lebih disebabkan kesalahan pembalap dan situasi balapan.
Fabio di Giannantonio juga menilai masalah utama terletak pada sulitnya menentukan titik pengereman saat start dibanding saat lap normal.
Menurutnya, saat balapan biasa pembalap sudah tahu titik pengereman yang pasti. Namun ketika start, kecepatan motor bisa berbeda-beda tergantung hasil launch masing-masing pembalap.
“Kadang Anda datang lebih cepat atau lebih lambat, jadi titik pengereman selalu berubah. Itu yang membuat situasi sulit diprediksi,” ujar Di Giannantonio.
Ia menambahkan lebih mudah mengerem saat datang dengan kecepatan tinggi yang konsisten dibanding hanya sekali masuk tikungan dengan kecepatan berbeda dan kondisi penuh motor lain.
Di Giannantonio setuju jarak dari grid menuju tikungan pertama mungkin bisa dipersingkat untuk mengurangi risiko, tetapi menurutnya insiden tetap tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.
“24 pembalap masuk tikungan bersama-sama dan semua ingin merebut posisi secepat mungkin. Jadi agresivitas pasti selalu ada,” katanya.
Baca Juga: Tahun Depan Tidak Ada Lagi Dua Motor di Garasi Pembalap MotoGP
Sementara itu, Pecco Bagnaia menilai holeshot device hanya sedikit bermasalah di beberapa trek tertentu seperti Le Mans, Silverstone, dan Phillip Island, di mana area pengereman pertama tidak terlalu keras sehingga perangkat lebih sulit dinonaktifkan.
“Apart from that, perangkat itu tidak membuat MotoGP lebih berbahaya. Tanpa perangkat tersebut motor justru lebih banyak wheelie di lintasan lurus,” jelas Bagnaia.
Ia menilai meningkatnya insiden lebih disebabkan format Sprint Race yang membuat start dilakukan dua kali dalam satu akhir pekan. Para pembalap juga cenderung lebih agresif karena posisi di awal balapan sangat menentukan.
“Kalau tertahan di belakang, menyalip akan sulit dan tekanan ban depan meningkat. Jadi semua pembalap mencoba mengambil keuntungan sejak akselerasi dan pengereman pertama,” ujarnya.
Meski begitu, Bagnaia menegaskan insiden di tikungan pertama akan selalu menjadi bagian dari balapan MotoGP.
Para pembalap sebelumnya sempat mengusulkan larangan penggunaan holeshot device di Le Mans, Silverstone, dan Phillip Island karena dianggap memiliki tikungan pertama berkecepatan tinggi.
Usulan tersebut belum mendapat dukungan penuh dari seluruh pabrikan, tetapi masih dipertimbangkan untuk beberapa seri berikutnya.
Sirkuit Mugello sendiri, seperti Catalunya, memiliki lintasan lurus panjang menuju tikungan pertama yang membuat situasi start menjadi semakin krusial.