GridOto.com – Di antara Barisan Para Penguasa, Toyota Veloz Hybrid adalah yang paling signifikan eksistensinya.
Ada banyak faktor yang membuat ia terasa kontras dan itu bisa dimulai dari set harga.
Benar bahwa di varian tertinggi yaitu Toyota Veloz Hybrid Q Modellista TSS Two Tone Premium Color harganya mencapai Rp 389 juta, tapi di varian termurah yakni Toyota Veloz Hybrid V konsumen bisa menebusnya dengan angka Rp 303 juta saja.
Untuk perbandingan, Chery Tiggo Cross CSH dijual Rp 329,8 juta. Meski tidak apple to apple karena Chery Tiggo Cross CSH adalah SUV 5 penumpang sedangkan Veloz Hybrid adalah MPV 7 penumpang, tapi keduanya sama-sama hybrid full dan di titik itu secara teknologi mereka setara.
Bahkan dari mobil Cina yang terkenal jago kasih harga murah saja Toyota Veloz Hybrid masih bisa lebih murah, sehingga bisa terbayang betapa kuatnya faktor harga membangun value Toyota Veloz Hybrid secara keseluruhan.
Dalam konteks daya beli, range harga ini bukan sekadar angka di atas kertas melainkan pendistribusian kesempatan kepada lebih banyak konsumen untuk membeli sebuah mobil hybrid full.
Poin plus berikutnya adalah efektivitas sistem hybrid pada performa. Toyota Veloz Hybrid di semua varian memakai sistem seri-paralel yang memungkinkan mobil berjalan dengan motor listrik saja, mesin bakar saja, atau simultan keduanya.
Baca Juga: Intip Interior Toyota Veloz Hybrid Tipe V, Enggak Terasa Kosongan
Saat motor listrik saja atau mode EV yang aktif, Toyota Veloz Hybrid melaju sangat senyap tanpa getaran, layaknya mobil listrik. Skenario ini terjadi saat awal berjalan, kemacetan, hingga di perkotaan dengan kecepatan rendah-menengah. Syaratnya, state of charge (SoC) baterai masih cukup untuk motor listrik bekerja.
Kemudian skenario mobil berjalan dengan mesin bakar saja. Saat cruising di kecepatan tinggi mesin bakar akan lebih dominan dan memang di fase itu efisiensi BBM lebih baik daripada efisiensi energi motor listrik.
Dan karena ini hybrid dengan pengisian baterai mandiri tanpa pengecasan eksternal, maka mesin bakar juga menyala untuk menggerakkan generator yang mengisi baterai. Artinya, di kecepatan rendah pun mesin bakar bisa bekerja untuk menjalankan mobil dan mengisi baterai sekaligus.
Namun pengisian baterai itu tak hanya via mesin tapi juga bisa lewat brake energy regenerative sehingga saat berdeselerasi atau mengerem pun sistemnya turut memanen energi.
Baca Juga: Konsumen Cari Mobil Irit, Toyota Akui Penjualan Mobil Hybrid Meningkat
Lalu ada mode hybrid yang membuat motor listrik dan mesin bakar bekerja sama. Terutama di situasi seperti menyalip, start di tanjakan curam dengan beban penuh, atau berakselerasi di kecepatan tinggi yang mana Veloz Hybrid membutuhkan semua potensi dari mesin dan motor listrik.
Mesin bakar pada Veloz Hybrid berkode 2NR-VEX yang merupakan unit 1.496 cc 4 silinder dengan Atkinson cycle. Alur kerja Atkinson yang berorientasi pada efisiensi BBM ini menghasilkan tenaga 89,8 dk dengan torsi 121 Nm.
Lalu motor listriknya cukup di 79 dk tapi dengan torsi besar 141 Nm.
Saat kami tes akselerasi 0-100 km/jam, Toyota Veloz Hybrid menyelesaikannya dalam 11 detik. Bukan angka yang mentereng tapi percaya lah di akselerasi awal dan pertengahan, Veloz Hybrid terasa sangat kuat karena torsi besar paduan mesin-motornya.
Di banyak skenario yang riil untuk harian, kombinasi keduanya membuat Veloz Hybrid terasa sangat enteng berjalan-atau berlari, termasuk ketika penuh penumpang. Berkat kecekatannya, kami sampai merasa inilah turunan paling sporti dari evolusi Toyota Avanza-Toyota Veloz-Daihatsu Xenia sepanjang karir mereka.
Meski begitu, kecemerlangan berakselerasi bahkan bukan bagian terbaik Toyota Veloz Hybrid karena yang tak kalah berkilau adalah performa efisiensinya.
Dibanding MPV 7 seater sekelas, Toyota Veloz Hybrid adalah mobil yang paling irit.
Rute Dalam Kota dicapainya dengan efisiensi 28,9 km/l dan di rute Tol bisa meraih 19,5 km/l.
Paling impresif adalah pencapaian di rute Kombinasi, dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam Veloz Hybrid bisa mencetak 35,5 km/l.
Baca Juga: Lokasi Ini Mulai Diserbu Mobil Hybrid Bekas, Solusi Cari Almaz hingga Innova Zenix Harga Miring
Sebenarnya meraih puluhan kilometer per liter untuk sebuah hybrid full di zaman sekarang adalah hal yang biasa. Tapi yang membuat luar biasa adalah itu diraih dengan MPV 7 seater, sepopuler Veloz, dengan set harga yang sangat adaptif.
Tentu itu dilakukan dengan protap GridOto yakni 1 penumpang saja (test driver) dan menerapkan eco driving. Sangat mungkin hasilnya berbeda tergantung beban dan kondisi lalu lintas, tapi kecenderungannya Toyota Veloz Hybrid tetap sangat irit.
Inilah mobil yang membuat siklus pengisian BBM pemiliknya berputar dalam waktu yang lebih lama.
Seperti kami singgung di awal tulisan, harga Toyota Veloz Hybrid terbentang dari Rp 303 juta sampai Rp 389 juta. Rentang ini terdiri dari 4 varian utama yakni V, Q, Q Modellista, hingga Q Modellista TSS.
Dari 4 pilihan dasar itu, terbagi lagi berdasarkan 2 aksen warna (two tone dan one tone), dan 2 jenis warna (premium dan non premium) hingga totalnya membentuk 12 varian. Artinya, Toyota Veloz Hybrid sangat fleksibel mengikuti selera dan kemampuan finansial calon konsumen.
Baca Juga: Lebih Murah Rp 81 Juta, Ini Dia Toyota Veloz 1.5 V Hybrid CVT
Di antara 3 serangkai Toyota Avanza, Toyota Veloz, dan Daihatsu Xenia pun secara kasta Toyota Veloz lebih tinggi. Hingga bahkan di varian paling entry Toyota Veloz Hybrid tetap terasa representatif.
Terakhir tak kalah penting adalah brand image.
Kendati mobil hybrid semakin banyak, terutama dari pabrikan-pabrikan Cina dengan segala inovasinya, di Indonesia nama Toyota tetap berarti sesuatu.
Tak sekadar menjual beragam produk yang kerap menempati daftar penjualan terlaris, Toyota juga bersinonim dengan kemampuannya memberi ketenangan berkat jaringan aftersales yang tersebar luas.
Bagi produk syarat teknologi seperti Veloz Hybrid, hal berikutnya yang diinginkan konsumen selama masa kepemilikan adalah kepastian bahwa mobilnya ditangani oleh mekanik terlatih dan jelas, kapan pun di mana pun.