Namun menurut laporan Motorsport, para pabrikan saat ini sedang berdiskusi dengan MotoGP Sports Entertainment dan Liberty Media mengenai kemungkinan mengurangi jumlah motor menjadi hanya satu unit untuk setiap pembalap, bahkan berpotensi dimulai secepatnya pada musim depan.
Alasan utama dari wacana tersebut adalah untuk menekan biaya operasional.
Meski begitu, perubahan aturan olahraga seperti ini tetap harus mendapat persetujuan dari Grand Prix Commission.
MotoGP sendiri bisa dibilang cukup berbeda dibanding ajang balap lain karena masih menggunakan dua motor untuk setiap pembalap di setiap sesi.
Di Moto2 dan Moto3, aturan satu motor per pembalap sudah diterapkan sejak 2010.
Sementara di World Superbike (WorldSBK), pembalap hanya menggunakan satu motor. Namun motor cadangan tetap tersedia jika motor utama mengalami kerusakan parah, dengan penggunaannya harus mendapat izin dari pihak teknis.
Baca Juga: Blak-blakan Acosta Jadi Aktor Utama Kecelakaan Horor di MotoGP Spanyol
Dampak terbesar dari aturan satu motor di MotoGP kemungkinan akan terasa saat balapan basah atau cuaca yang berubah-ubah.
Saat ini pembalap cukup berganti motor ketika kondisi lintasan berubah. Jika aturan satu motor diterapkan, MotoGP kemungkinan harus kembali menghentikan balapan saat cuaca berubah drastis atau menerapkan pit stop khusus untuk mengganti ban.
Sistem seperti itu saat ini sudah digunakan di WorldSBK pada balapan flag-to-flag, dengan adanya batas waktu minimum saat masuk pit agar proses pergantian ban bisa dilakukan dengan aman.
Selain itu, jika pembalap terjatuh saat sesi latihan atau kualifikasi, sesi mereka bisa langsung berakhir karena tidak ada motor cadangan.
Contohnya di GP Catalunya baru-baru ini. Pembalap seperti Pedro Acosta dan Fabio Di Giannantonio — yang akhirnya memenangkan balapan — kemungkinan besar tidak akan bisa mengikuti restart karena motor utama mereka mengalami kerusakan.