GridOto.com - Kondisi harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum stabil ternyata ikut mendongkrak minat konsumen terhadap mobil hybrid Toyota.
Di tengah biaya mobilitas yang makin tinggi, konsumen kini mulai lebih selektif memilih kendaraan yang efisien namun tetap nyaman dipakai harian hingga perjalanan luar kota.
Hal itu diungkapkan Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Bansar Maduma saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.
Bansar mengatakan, tren kenaikan harga BBM belakangan ini memang memberi pengaruh terhadap meningkatnya permintaan mobil hybrid Toyota, termasuk Veloz Hybrid yang baru meluncur pada November 2025 lalu.
“Customer juga sekarang sudah semakin smart untuk memilih kendaraan yang lebih efisien,” ujar Bansar.
Ia menyebut penerimaan masyarakat terhadap Veloz Hybrid sejauh ini sangat positif.
Bahkan sejak diperkenalkan akhir tahun lalu, pemesanan kendaraan tersebut sudah menembus angka lebih dari 10 ribu SPK hingga April 2026.
“Pertama-tama kami pasti berterima kasih, mengapresiasi tinggi atas penerimaan Veloz Hybrid yang sangat baik di Indonesia,” katanya.
“Sejak kami memperkenalkan di November 2025, hingga di bulan kemarin (April 2026) itu SPK sudah lebih dari 10 ribu. Nah itu merupakan pencapaian baik buat kami,” lanjutnya.
Menurut Bansar, konsumen saat ini tidak hanya mencari kendaraan hemat bahan bakar, tetapi juga tetap sesuai kebutuhan mobilitas mereka.
Apalagi karakter pasar Indonesia masih didominasi kendaraan keluarga yang dipakai untuk aktivitas dalam kota hingga perjalanan antar kota.
“Nah mungkin bukan hanya penggunaan dalam kota, tapi juga penggunaan luar kota, antar kota. Seperti kebutuhan itulah, kami melihat bahwa customer masih memilih,” tambah Bansar.
Toyota pun melihat tren kenaikan penjualan terjadi hampir di seluruh lini hybrid mereka.
Tidak cuma Veloz Hybrid, tapi juga Kijang Innova Zenix Hybrid yang saat ini masih menjadi salah satu tulang punggung penjualan elektrifikasi Toyota di Indonesia.
“Tapi kami melihat bahwa ada tren kenaikan, khususnya di mobil-mobil hybrid kami. Bukan hanya di Veloz, tapi juga ada di Zenix, dan di model-model hybrid kami,” jelasnya.
Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memang menunjukkan pasar hybrid nasional sedang tumbuh agresif.
Distribusi mobil hybrid dari pabrik ke dealer pada April 2026 tercatat mencapai 8.414 unit, naik sekitar 86 persen dibanding Januari 2026 yang masih berada di angka 4.522 unit.
Toyota sendiri masih mendominasi pasar hybrid nasional dengan pangsa sekitar 61 persen sepanjang Januari-April 2026.
Kontributor terbesarnya datang dari Kijang Innova Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid yang dinilai cocok dengan kebutuhan konsumen Indonesia karena menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan fungsi kendaraan keluarga.