GridOto.com - Enggak pakai lama, pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, yang diresmikan 15 Desember 2025 langsung memproduksi mobil buat dijual ke konsumen Indonesia.
Mobil listrik VinFast VF MPV 7 menjadi produk pertama yang dibuat di pabrik seluas 171 hektar ini.
"Kali ini, kami melalui babak baru di Indonesia dengan meluncurkan VinFast VF MPV 7 yang sudah dirakit di Subang, Jawa Barat dengan TKDN-nya saat ini sudah mencapai 40 persen," jelas Kariyanto Hardjosoemarto, Chief Executive Officer VinFast Indonesia saat peluncuran mobil tersebut di Jakarta Barat (20/5/2026).
VF MPV 7 ini merupakan MPV dengan tiga baris tempat duduk yang bisa membawa tujuh penumpang.
Ia memiliki panjang 4.740 mm, lebar 1.872 mm, tinggi 1.734 mm, dan wheelbase 2.840 mm.
Baca Juga: Dua Tahun Eksis di Indonesia, VinFast Bakal Gas Pol di Tahun 2026
Kalau dibandingkan dengan mobil listrik BYD M6 EV, maka VF MPV 7 itu VinFast VF MPV 7 lebih panjang 30 mm, lebih lebar 62 mm, dan lebih tinggi 44 mm.
Sementara itu wheelbase-nya VF MPV 7 juga lebih panjang 40 mm dibanding BYD M6 EV.
"Ground clearance-nya 185 mm dan memiliki water wading 330 mm," tambah Rinaldi Ginanjar Ramdani, Head of Training Department VinFast Indonesia.
Ia dibekali motor listrik tunggal yang ditaruh di roda depan (FWD) dengan tenaga 201 dk dan torsi puncak 280 Nm.
VF MPV 7 dibekali dengan baterai dengan kapasitas 60,2 kWH yang bisa membawa mobil sejauh 450 km (NEDC).
Baca Juga: VinFast Bawa VF MPV 7 ke IIMS 2026, Siap Dipesan Konsumen Indonesia
"Dengan pengisian cepat, dari 10% sampai 70% bisa dilakukan dalam waktu 30 menit," lanjut Renaldi.
Sama seperti mobil listrik dari Cina, tampilan dashboard VinFast VF MPV 7 ini terlihat minimalis.
Di bagian tengah dashboard ada layar infotainment berukuran 10,1 inci yang menjadi pusat pengaturan dan hiburan di mobil.
Ia juga sekaligus menjadi informasi berkendara seperti kecepatan dan posisi gigi karena VF MPV 7 tidak dibekali layar instrumen di balik kemudi.
Untuk pengaturan menu di layar bisa dilakukan via sejumlah tombol di setir.
"Harganya untuk yang battery subscribtion Rp 345 juta sedang yang lengkap sama baterai Rp 420 juta on-the road Jakarta," tutup Kerry, sapaan akrab Kariyanto.