Ia juga menyebut pencairan tidak dapat digabung dalam satu hari karena jumlah bidang yang cukup banyak.
"Tahap pencairan juga tidak bisa digabung dalam sehari, rata-rata pencairannya sekitar 100 bidang tanah dalam sehari," ujar Elya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Kulon Progo, Eko Herry Supriyanto menjelaskan jumlah bidang tanah tidak selalu sama dengan jumlah penerima UGR.
Pasalnya, satu warga bisa memiliki lebih dari satu bidang tanah maupun kombinasi bidang dan non bidang tanah yang terdampak proyek tol.
"Jadwal pencairan UGR kami sampaikan empat hari sebelum pelaksanaan ke pihak yang menerima," papar Eko.
Baca Juga: Lainnya Jadi Miliarder, Ini Penyebab Asrofi Cuma Dapat UGR Tol Jogja-Bawen Rp 200 Ribu
Sebelumnya, BPN Kulon Progo juga terus melakukan identifikasi dan inventarisasi lahan terdampak Jalan Tol Yogyakarta-YIA.
Elya mengatakan lahan terdampak membentang mulai Kapanewon Sentolo hingga Kapanewon Temon.
"Yang sudah kami validasi dan identifikasi baru dari Sentolo sampai Wates," jelas Elya.
Total terdapat 1.702 bidang tanah yang telah diidentifikasi dan divalidasi oleh BPN Kulon Progo.
Data tersebut kemudian dikirimkan ke LMAN melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah untuk proses pembayaran UGR.
"Nanti LMAN yang akan memberikan anggaran untuk dikirimkan sebagai UGR," jelas Elya.
Ia memastikan proses pengadaan tanah dilakukan sesuai penetapan lokasi (penlok) dari Pemerintah Daerah DIY sehingga tidak ada perubahan lagi.
"Kami bekerja sesuai penetapan lokasi (penlok) yang dititipkan Pemda DIY, jadi dipastikan tidak ada perubahan lagi," ujarnya.