GridOto.com - Keluhan datang dari pemilik BYD Sealion 7 bernama Louise Daniella.
Melalui akun Instagram pribadinya, makeup artist dan hair stylist asal Jakarta itu membagikan pengalaman kurang menyenangkan setelah menggunakan mobil listrik tersebut selama kurang lebih satu tahun.
Louise mengaku membeli BYD Sealion 7 secara tunai dengan total nilai sekitar Rp 650 juta.
Selama digunakan, mobil tersebut dipakai untuk menunjang aktivitas pekerjaannya yang cukup padat, dengan mobilitas dari Bekasi, Jakarta hingga Tangerang.
"Mobil ini baru digunakan sekitar 1 tahun, dengan pemakaian aktif untuk pekerjaan yang cukup padat berpindah lokasi makeup dari Bekasi–Jakarta–Tangerang. Pemakaian normal harian, tidak digunakan secara ekstrem ataupun ngebut," tulis Louise dalam unggahannya.
Masalah terjadi ketika Louise sedang menuju lokasi shooting.
Saat itu ia sempat berhenti untuk membeli bubur dan hendak memarkirkan mobil.
"Saat hendak parkir, tiba-tiba mobil mengeluarkan bunyi kretek-kretek yang sangat keras hingga membuat aku panik," ungkapnya.
Menurut Louise, suara tersebut masih terdengar keras meski mobil hanya digerakkan sedikit untuk meluruskan posisi parkir.
Baca Juga: Penjualan BYD Maret 2026 Anjlok 36 Persen, Ini Model Terlarisnya
Karena khawatir terjadi kerusakan yang lebih serius, ia memutuskan menghentikan penggunaan kendaraan.
Louise kemudian memesan transportasi online agar tetap bisa tiba tepat waktu di lokasi shooting, sementara adiknya menunggu mobil dan menghubungi layanan servis BYD.
Tak lama kemudian, mobil dievakuasi menggunakan towing ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Berdasarkan informasi yang aku terima dari hasil pengecekan, disampaikan bahwa shockbreaker mengalami kerusakan (patah)," tulis Louise.
Ia mengaku terkejut karena komponen tersebut rusak saat usia kendaraan baru sekitar satu tahun.
Louise juga menyebut dirinya sempat meminta foto bagian yang patah, namun tidak diperbolehkan oleh pihak bengkel.
"Jujur aku cukup kaget dan kecewa, karena usia mobil baru sekitar 1 tahun dan selama pemakaian selalu digunakan dengan hati-hati," lanjutnya.
Louise menambahkan, sejak awal penggunaan ia beberapa kali merasakan bunyi pada area dashboard seperti ada komponen yang renggang.
Keluhan tersebut sudah disampaikan ketika melakukan servis berkala, namun saat itu belum dianggap berkaitan dengan kerusakan suspensi.
Setelah kejadian ini, Louise mengaku merasa trauma dan khawatir jika insiden serupa terjadi saat kendaraan melaju di jalan tol atau dalam perjalanan jarak jauh.
"Yang terlintas di pikiran aku adalah kekhawatiran apabila kejadian serupa terjadi saat mobil sedang melaju di jalan tol atau dalam kondisi perjalanan jauh," tulisnya.
Pihak dealer disebut telah mengganti shockbreaker sesuai ketentuan garansi.
Meski demikian, Louise mengaku rasa aman dan nyaman saat berkendara belum sepenuhnya kembali.
"Secara pribadi hingga saat ini aku masih merasa kurang nyaman dan rasa tenang saat berkendara belum sepenuhnya kembali. Terlebih bunyi di dashboard mobilku masih ada setelah service pergantian shockbreaker," jelasnya.
Saat dikonfirmasi GridOto melalui pesan langsung Instagram, Louise menyarankan untuk merujuk kronologi lengkap yang telah ia unggah di akun pribadinya.
"Hallo kak, untuk kronologi lengkapnya yang ada di IG saya," jawab Louise kepada GridOto.
Dalam unggahannya, Louise menegaskan bahwa postingan tersebut tidak bertujuan menjatuhkan pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk berbagi pengalaman pribadi sekaligus masukan agar aspek kenyamanan dan keamanan pengguna dapat terus ditingkatkan.