GridOto.com- Peranti elektronis yang diaplikasi di hampir semua mobil listrik membuat mobil yang mogok tidak bisa didorong.
Hal ini yang kemungkinan besar terjadi pada taksi listrik Vinfast VF e34, Green SM saat mogok di tengah rel.
Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia mengungkapkan hal itu terkait dengan kejadian yang menimpa Green SM di dekat Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
"Safety-nya mobil itu apabila dalam kondisi berhenti dan power off itu akan ngerem sendiri supaya gak meluncur," jelas Mahaendra.
Dalam kasus Vinfast VF e34 ini, menurut Mahaendra, perpindahan gigi (shifter gear) digerakkan secara elektronis.
"Jadi ketika mogok, tidak bisa dipindahkan ke posisi netral. Sehingga mobil tidak bisa didorong," jelasnya.
Sistem electronic gear shifting pada mobil EV hanya ada 4 perpindahan, N untuk posisi netral, D untuk berkendara (drive), R untuk mundur (reverse) dan P untuk parking.
"Jadi apabila dalam kondisi tidak ada power (mogok) dalam posisi D atau sedang berkendara yaa otomatis tidak bisa pindah dong ke N," ulasnya.
Hal lainnya menurut Mahaendra terkait dengan auto hold brake, fitur dimana mobil secara otomatis menahan rem saat kendaraan berhenti sempurna tanpa perlu menginjak pedal rem terus-menerus.
"Dalam posisi taksi listrik itu, ada dalam posisi hold atau ngerem, sehingga roda tetap mengunci," jelasnya.
Namun demikian, ada beberapa EV yang memiliki fitur untuk menghindari kejadian di atas.
"Ada juga yang punya shift lock release manual, mirip seperti mobil matic yang ada tombol untuk menetralkan persneling. Di beberapa merek Jepang setahu saya ada yang punya, namun sebagian besar tidak," tutupnya.