Terungkap Dari Ahli! Kenapa Pakai Pertamax Bisa Lebih Irit dari Pertalite

Ferdian - Minggu, 19 April 2026 | 14:50 WIB

Ilustrasi isi BBM di SPBU Pertamina

GridOto.com - Masih banyak orang belum menyadari kalau jenis bensin yang digunakan punya pengaruh ke konsumsi bahan bakar kendaraan.

Secara umum, makin tinggi nilai oktan (RON) bensin, maka pembakaran di mesin akan lebih optimal.

Dampaknya, konsumsi BBM bisa menjadi lebih efisien.

Namun sebaliknya, penggunaan bensin dengan oktan lebih rendah kerap membuat pemakaian bahan bakar terasa lebih boros.

Widodo, pemilik bengkel AD Oya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pernah menjelaskan bahwa penggunaan bensin beroktan tinggi memang berpengaruh pada efisiensi.

"BBM dengan oktan tinggi membuat kendaraan lebih enteng, akselerasinya lebih baik, sehingga pasti akan lebih irit," ujar Dodo (5/8).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa faktor gaya berkendara juga sangat menentukan, sehingga tingkat keiritan tidak bisa disamaratakan untuk semua pengemudi.

Baca Juga: Konsumsi BBM Mobil Lebih Boros Daripada Biasanya, Cek Bagian Ini

"Tergantung dari cara berkendara pengemudi, karena kan ada yang karakternya selalu menginjak rem, atau mobil manual ada yang gas 'gede' baru lepas kopling," beber Dodo menukil Kompas.com.

Ia juga memberi contoh pada mobil matik, di mana perbedaan jenis BBM bisa terasa dari putaran mesin (rpm).

"Kalau kita pukul rata untuk mobil matik ya berdampak (lebih irit). Misal, perbandingan Pertamax di rpm 800 sudah bergerak mobilnya, kalau Pertalite di rpm 1.000 baru jalan. Hitungannya per sekian,” kata Dodo.

Hal serupa juga disampaikan Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi.

Menurutnya, secara logika penggunaan bensin dengan oktan lebih tinggi memang memberikan hasil yang lebih baik.

"Harusnya tarikan kendaraan menjadi lebih enteng karena oktannya tinggi. Mungkin bisa meningkatkan performa mesin dan bahkan mungkin juga bisa lebih irit," kata Didi.

Didi menambahkan, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi membuat respons mesin menjadi lebih cepat.

"Jadi tidak perlu menginjak gas dalam-dalam, diinjak sedikit saja kendaraan sudah ngacir. Tetapi tergantung juga dengan jeroan mobilnya," kata Didi.

YANG LAINNYA