Lalu ada rak belakang dan rangka pelindung yang praktis. Cocok untuk kebutuhan komuter, touring ringan, atau membawa barang sehari-hari.
Sementara itu, CBF150SE tampil lebih muda dengan lampu depan LED ganda, panel instrumen digital, dan desain yang lebih tajam.
Kapasitas tangki juga meningkat menjadi 16,5 liter, angka yang cukup mengesankan untuk motor 150cc.
Di sisi lain, CBF150RE lebih mengarah ke tampilan sporty, dengan pencahayaan LED 3D, grafis lebih rapi, dan tampilan keseluruhan lebih modern, cocok bagi yang ingin desain mencolok.
Hal yang paling menarik menurut saya adalah mesinnya. Ketiga varian menggunakan mesin 150 cc yang sama dengan sistem injeksi PGM-FI.
Outputnya berupa tenaga sekitar 11,8 dk dan torsi 12,5 Nm. Meski tidak sekuat motor sport lain di jelas 150 cc, efisiensi bahan bakarnya menjadi nilai jual utama.
Menurut pabrikan, CBF150 hanya mengonsumsi sekitar 2 liter bensin untuk bisa menempuh jarak 100 km. Jika angka ini akurat, maka ini sangat irit untuk motor manual.
Pendekatan Sundiro Honda terhadap model ini cukup jelas: mereka tidak mencoba menjadikannya motor sport, melainkan fokus pada ketahanan, efisiensi bahan bakar, dan kepraktisan.
Kira-kira kalau Honda CBF 150 masuk Indonesia, apakah ada peminatnya?