Baca Juga: Menkeu Purbaya Beri Jaminan, Sampai Ujung 2026 BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
"Jangka pendek yang saya anggap jangka pendek, yang saya anggap kritis adalah satu tahun ke depan ini," ujar Prabowo.
"Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat. Nanti langkah-langkahnya kita jelaskan, tapi intinya sekarang kita siap, kita kuat menghadapi satu tahun ini," sambungnya menegaskan.
Ia menyampaikan, Indonesia dikaruniai tanah subur dan sumber daya alam yang melimpah yang bisa diolah menjadi sumber energi alternatif pengganti minyak dan gas.
Menurutnya, tanaman-tanaman seperti kelapa sawit, jagung, hingga singkong juga dapat menjadi sumber energi alternatif.
"Cadangan-cadangan kita sangat besar. Bahkan batu bara kita pun banyak sekali dan dari batu bara kita bisa menghasilkan solar. Kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara, singkong, jagung," ujar Prabowo.
Meski tetap tenang, Prabowo mengatakan pemerintah senantiasa bekerja keras untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat.
Sebagai info, pada Kamis (9/4/26) harga minyak dunia kembali menguat.
Merunut Bloomberg, Brent naik ke kisaran 97 dollar AS (sekitar Rp 1.654.281) per barrel setelah sebelumnya anjlok hingga 13 persen pada perdagangan Rabu.
Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga diperdagangkan mendekati level 97 dollar AS per barrel.
Kenaikan harga minyak disebabkan Selat Hormuz kembali ditutup, sehingga kapal tanker tak bisa lewat.
Baca Juga: Langsam! Ini Daftar Harga Pertamax dan Dex Series Seluruh Indonesia per April 2026
Menurut kantor berita Iran, Fars, serangan Israel ke Lebanon, (8/4/26) malam menjadi penyebab ditutupnya kembali Selat Hormuz meski Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vence membantah hal ini dan celah perairan sempit tersebut bakal tetap dibuka.
"Situasi ini belum selesai. Kita perlu melihat Selat Hormuz benar-benar terbuka tanpa hambatan sebelum harga minyak WTI bisa turun ke kisaran 80 dollar AS per barel. Dan saya tidak melihat itu terjadi dalam dua minggu ke depan," jelas Senior Vice President Trading BOK Financial Securities Inc., Dennis Kissler mengenai gonjang-ganjing di Timur Tengah.
Situasi perang Iran diprediksi jauh dari kata selesai atau lebih tepatnya penuh ketidakpastian dimana harga rata-rata minyak dunia tak akan jauh dari 90 dollar AS per barrel.