GridOto.com - Kabar positif datang dari arus mudik Lebaran 2026.
Angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang menyebabkan korban meninggal dunia, tercatat mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Utama Jasa Raharja, Awaluddin, mengungkapkan bahwa fokus utama pihaknya selama periode angkutan Lebaran adalah menekan angka fatalitas akibat kecelakaan.
“Terjadi peristiwa fatalitas yang turun 28% dibandingkan periode yang sama 12 hari dalam siaga angkutan Lebaran tahun ini,” ujar Awaluddin saat memantau arus balik di JMTC, Bekasi, Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 218 orang hingga periode pemantauan terakhir.
Angka ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 318 korban jiwa.
Tak hanya itu, santunan kepada korban juga terus disalurkan kepada ahli waris.
Hingga saat ini, Jasa Raharja telah menyalurkan dana santunan sebesar Rp11,2 miliar kepada keluarga korban.
“Dan kami sudah memberikan santunan sampai dengan tadi malam Rp11,2 miliar kepada 224 korban yang meninggal dunia dari 228 yang kami catat,” lanjutnya.
Meski demikian, kendaraan roda dua masih menjadi penyumbang terbesar dalam kecelakaan selama arus mudik.
Baca Juga: Pasca Mudik Lebaran, Cek Kembali Tekanan Angin dan Keausan Ban Mobil
Faktor kelelahan pengemudi atau fatigue driving disebut sebagai penyebab dominan, terutama pada perjalanan jarak jauh yang mencapai 3 hingga 5 jam.
“Dominasinya masih pada kendaraan bermotor roda dua, berbagai penyebab peristiwa ini adalah fatigue driving atau kelelahan dari pengemudi,” jelas Awaluddin.
Sekadar informasi, Fatigue driving adalah istilah dalam keselamatan berkendara yang merujuk pada mengemudi dalam kondisi kelelahan atau kurang istirahat.
Intinya, pengemudi merasa ngantuk, lelah, atau kehilangan fokus saat berada di balik kemudi, sehingga kemampuan reaksi dan pengambilan keputusan menurun
Pihak Jasa Raharja pun terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi fisik selama berkendara serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima, demi menekan angka kecelakaan hingga akhir periode arus balik Lebaran 2026.