“Pengendalian rekayasa lalu lintas yang dilakukan bisa memberikan kenyamanan masyarakat untuk kembali ke kota masing-masing dengan baik,” ujarnya.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Pengguna jalan diharapkan memanfaatkan periode lebih awal, termasuk insentif diskon tarif tol pada 26–27 Maret, guna mengurangi potensi kepadatan.
Dengan berbagai langkah antisipatif dan respons cepat berbasis data, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini tetap aman, lancar, dan terkendali hingga periode akhir.