APM Mahindra di Indonesia Akhirnya Klarifikasi Soal Impor 35.000 Unit Scorpio Pik Up

Naufal Shafly - Sabtu, 7 Maret 2026 | 10:00 WIB

GridOto berkesempatan melihat langsung unit Mahindra Scorpio Pik-Up single cabin 4x4 edisi Cendrawasih milik Koperasi Desa Merah Putih.

GridOto.com – RMA Indonesia selaku agen pemegang merek (APM) Mahindra di Tanah Air akhirnya buka suara terkait impor 35.000 unit Mahindra Scorpio Pik Up oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Roelof Lamberts, Regional Director RMA Indonesia, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses impor 35.000 unit Scorpio Pik Up tersebut.

“RMA Indonesia bukan bagian dari transaksi ini. Jadi saya tidak dalam posisi untuk membuat pernyataan mengenai hal ini,” ujarnya di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2026).

Roelof menjelaskan, proses pembelian kendaraan yang nantinya digunakan sebagai armada Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tersebut berlangsung langsung antara PT Agrinas Pangan Nusantara dengan prinsipal Mahindra & Mahindra di India.

“Ya, itu benar. Jadi kami bukan bagian dari transaksi yang melibatkan impor dan pengiriman Mahindra Scorpio Pik Up di Indonesia. Itu adalah transaksi langsung (dari Agrinas dan prinsipal Mahindra di India),” lanjutnya.

Naufal/GridOto.com
Roeloef Lamberts, Regional Director RMA Indonesia

Terkait aftersales dari kendaraan tersebut, RMA Indonesia mengaku telah menawarkan kerja sama.

Namun hingga saat ini, pembahasan mengenai hal tersebut masih dalam tahap diskusi dan belum mencapai kesepakatan.

“Kami telah menawarkan dukungan. Tapi belum ada kesepakatan, kami masih dalam perbicaraan terkait hal tersebut,” jelas Roelof.

Tetap Jadi APM Mahindra

Baca Juga: Isuzu Buka Suara Soal Deal 900 Unit Kendaraan Dengan Agrinas

Lebih lanjut, Roelof juga memastikan bahwa RMA Indonesia hingga kini masih berstatus sebagai agen pemegang merek Mahindra di Indonesia.

Menurutnya, perusahaan masih memiliki kontrak yang berjalan dengan prinsipal Mahindra.

“Jadi RMA masih merupakan APM untuk Mahindra di Indonesia. Kami memiliki kontrak yang berjalan dengan Mahindra untuk distribusi di Indonesia. Itu benar. Tapi di kontrak tersebut tertulis bahwa untuk Mahindra diizinkan untuk melakukan perniagaan secara langsung,” katanya.

Sementara, Wilda Bachtiar, General Manager Mahindra RMA Indonesia menjelaskan bahwa jatah impor yang dimiliki oleh pihaknya sangat terbatas.

"Kalau kuota konfirmasi berapanya kan mereka (Agrinas) langsung ke Mahindra. Kalau kami kan per negara ada jatahnya. Kalau maksimalnya kurang lebih 3.000-an unit," kata Wilda.

Adapun saat ditanya mengenai potensi keuntungan bagi RMA Indonesia dari masuknya puluhan ribu unit Mahindra Scorpio Pik Up tersebut, Roelof menilai dampaknya baru akan terasa jika perusahaan dilibatkan dalam layanan purnajual.

Menurutnya, jumlah unit yang besar bisa mempercepat penetrasi kendaraan Mahindra di pasar Indonesia.

“Menurut saya, satu-satunya keuntungan adalah ada banyaknya kendaraan yang beroperasi. Jadi, jika katakanlah kami terlibat dalam hal penyediaan aftersales, itu akan menjadi manfaat. Karena ini merupakan penetrasi yang cepat,” tutupnya.

YANG LAINNYA