Mengingat para perantau tersebut juga memiliki andil dalam pembangunan di Boyolali.
“Ya, para perantau ini kan kerja di rantau dan hasilnya dikirimkan kepada keluarganya di Boyolali. Sehingga uang itu berputar dan turut menggerakkan ekonomi Boyolali," kata dia.
Wiwis menambahkan sembilan bus tersebut, lima di antaranya disiapkan oleh Pemkab Boyolali.
Kemudian, tiga bus bantuan dari BUMD dan satu bus lagi bantuan Baznas.
“Paguyuban sebenarnya meminta ada 10 bus, namun kita siapkan 9 bus," pungkasnya.