GridOto.com - Suzuki Carry yang ini mungkin cocok untuk penggunaan koperasi desa karena bodi kompak, tangguh, dan sudah 4WD.
Belakangan ini, PT Agrinas Pangan Nusantara tengah disorot terkait dengan pengadaan impor 105.000 unit kendaraan niaga dari India.
Pengadaan untuk keperluan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tersebut menuai kritik karena tidak memilih produk dalam negeri.
Kabar terkini, GAIKINDO sudah angkat bicara melalui press release terbarunya, menyebutkan bahwa kebutuhan kendaraan komersial bisa dipenuhi dari dalam negeri.
Untuk pikap, GAIKINDO juga menyebut memiliki kapasitas produksi dalam negeri hingga 400.000 unit per tahun.
Baca Juga: Melihat Pilihan Warna Suzuki Carry di Jepang, Bikin Mata Terasa Segar
Memang di antara kegaduhan ini, perlu disebutkan kalau mayoritas pikap populer harga terjangkau di Indonesia memiliki format 4x2 RWD.
Meski hadir sebagai 4x2 RWD, banyak platform pikap tersebut bisa diadaptasi 4x4 mengingat teknologinya sudah diaplikasikan di pasar lain.
Sebut saja Suzuki Carry, kombinasi mesin dan sasisnya bisa mengadaptasi teknologi penggerak empat roda milik Suzuki Carry atau Super Carry di Jepang.
Terkait dengan Super Carry, ada juga peluang besar untuk Suzuki menghadirkan dan memproduksi mobil ini secara lokal di Indonesia, terutama untuk melayani bisnis di pedesaan seperti koperasi desa.
Keunggulan pertama Suzuki Super Carry spek Jepang tentunya adalah dari dimensi kompak dan pas untuk blusukan masuk jalan pedesaan sempit.
Baca Juga: Intip Update Baru Suzuki Carry di Jepang, Bisa Jadi Bahan Facelift
Dimensi bodi Super Carry memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.885 mm, dan wheelbase 1.905 mm.
Dalam dimensi ini, Super Carry punya kabin lebih besar dan lebih nyaman sekaligus bak dengan panjang lantai 1.975 mm.
Secara payload, Super Carry hanya bisa mengangkut bobot hingga 350 kilogram, cocok untuk penggunaan first dan last mile delivery.
Namun payload ini bisa ditingkatkan dengan upgrade suspensi dan menggantikan mesin 660 cc bertenaga 49 dk dan bertorsi 59 Nm miliknya menjadi mesin 1.000 cc K10C dari S-Presso.
Terpenting, Super Carry sudah tersedia dengan sistem penggerak empat roda dengan locking differential dan Mud Escape Assist.